Infografis

Sejarah Sumpah Pemuda

Desain : Ricky Priangga Subastiyan/Suaka

Desain : Ricky Priangga/Suaka

SUAKAONLINE.COM, Infografis- Sebelum merdeka, wilayah Indonesia yang sangat luas dengan berbagai suku bangsa, budaya, bahasa, agama dan kekayaan alam, sehingga berulang kali berusaha dikuasai oleh negara lain.

Setelah sebelum bergerak sendiri tanpa adanya landasan arah kesatuan dengan landasan tersendiri untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa kita dari para pejajah. Akhirnya diawali gabungan dari para pelajar yang ada diseluruh wilayah Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI).

Kongres diselenggarakan dengan mendatangkan wakil dari beberapa anggota kepemudaan seperti Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, serta pengamat dari pemuda tionghoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.

Kongres tersebut dilakukan oleh para pemuda di tiga tempat yang berbeda. Kongres pertama kali dilakukan pada Sabtu (27/10/1927) di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Pada saat itu Sugondo Djojopuspito mengusulkan untuk adanya alat pemersatu kesatuan bangsa, dikarenakan adanya perbedaan dari sisi sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Sedangakan rapat yang kedua telah dilakukan pada 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop setelah melakukan pembahasan mengenai masalah pendidikan yang dilakukan oleh Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro. Keduanya mengenalkan pendidikan yang demokratis.

Kongres terakhir dilakukan di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, dalam konggres ini terpecahlah rumusan-rumusan dari apa yang telah ditulis oleh Moehammad Yamin ketika Mr. Sunario, dan kemudian rumusan tersebut telah dibacakan oleh Soegondo dan juga telah dijelaskan oleh Yamin pada penutupan kongres. Sehingga dari hasil rumusan tersebut berhasil digagas dan kemudian ditandainya Hari Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober. Sehingga dengan ini bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Baca juga:  Mencium Bau Limbah, Warga Panyileukan Resah

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut dilakukan untuk memperingati para pahlawan muda yang berhasil membuat rumusan untuk mempersatukan bangsa Indonesia, dengan adanya perbedaan dari beberapa segi akan tetapi tetap menjadi satu.

Peneliti : Nizar Al Fadillah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas