Kampusiana

Shiawasena Hoshi, UIN Matsuri 2016

Kemeriahan peserta UIN Matsuri saat salah satu band yang mengisi perayaan UIN Matsuri 2016 di Aula Abdjan Soelaeman, Minggu (13/11/2016). (SUAKA / Ismail Abdurrahman Azizi)

Kemeriahan peserta UIN Matsuri saat salah satu band yang mengisi perayaan UIN Matsuri 2016 di Aula Abdjan Soelaeman, Minggu (13/11/2016). (SUAKA / Ismail Abdurrahman Azizi)

SUAKAONLINE.COM, — UIN Nihon Club kembali mengadakan perayaan tahunan atau biasa dikenal dengan UIN Matsuri yang digelar di Aula Abdjan Soelaeman, Minggu (13/11/2016). Berbeda dengan perayaan sebelumnya, kali ini UIN Matsuri hadir dengan konsep Shiawasena Hoshi yang berarti Bintang Berbahagia. “Kita ingin membuat peserta itu bahagia. Kalau tahun kemarin konsepnya untuk pengenalan Uin Nihon,” ujar salah satu panitia, Ahmad Afif saat ditemui Suaka, Minggu (13/11/2016).

Menurut Ketua Panitia, Ayu Hasna Astari, perayaan tahun ini sengaja mengambil konsep yang berbeda agar benar-benar terlihat UIN Matsuri. “Kita cari konsep yang beda. Karena kebanyakan di Bandung itu  perayaannya benar-benar Matsuri, menonjolkan bunga sakuranya gitu,” ungkapnya.

Selain itu, tambah Ayu, yang menjadi ciri khas dari UIN Matsuri ini  adalah adanya Cosplay Hijab. Pemain Cosplay Hijab ini lebih unik dan beda. Jika pemain Cosplay biasa hanya membutuhkan pakaian, wig lalu make up, maka pemain Cosplay Hijab ini dituntut untuk menampilkan karakter yang mereka pilih, dengan tetap menutup aurat. “Kalo hijab kan, banyak pake pentul, belum lagi harus bagaimana caranya biar tertutup,” ujar mahasiswa jurusan Kimia murni tersebut.

Perayaan yang dimeriahkan oleh beberapa grup band seperti Daisy, Lumina Scarlet, Thousand Sunny, dan Tokyo Night ini selain mengajak peserta untuk bahagia. Melepaskan sejenak kerumitan tugas, juga untuk memperkenalkan komunitas UIN Nihon Club sendiri dengan berinteraksi dengan masyarakat dan komunitas luar. Selain penampilan band, UIN Nihon Club pun mengadakan lomba cosplay, cover band dan cover sing.

Baca juga:  Masuk Tahun Ketiga, Sertifikat OPAK Belum Dibagikan

Menurut Nagano Tsubasa, salah satu peserta UIN Matsuri ini, perayaan di Indonesia berbeda dengan di Jepang. Melalui penerjemahnya, Cecep Tedi, ia mengungkapkan di Indonesia lebih banyak pemain Cosplay sedangkan di Jepang lebih banyak pertunjukkan musik. “Saya pertama kali mengikuti perayaan ini di UIN. Ikut senang dan acaranya bagus,”  ujar sensei (guru – red,) di SMAN 1 Jatinangor kepada Suaka.

Kemudian, stand-stand yang berkaitan dengan Jepang yaitu makanan yang menjadi ciri khas seperti Okonomiyaki, Taiyaki, dan Takoyaki juga ikut memeriahkan acara ini.  tak ketinggalan, stand aksesoris seperti gantungan kunci, pin, dan bando dari tokoh anime yang banyak dicari oleh penggemar anime.

Terakhir, Ayu mengungkapkan, semoga peserta ikut senang dengan UIN Matsuri ini dan bisa mengambil positifnya. “Semoga yang lain tertarik dengan jepang. Dan orang-orang tidak memandang Jepang sebelah mata karena pernah menjajah kita.” Tutup Ayu.

Reporter: Nolis Solihah

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas