Lintas Kampus

Gelar Wacana dan Pameran, Mengenal Tanah Air dengan Ekspedisi

Budayawan, Aat Soeratin sedang memberikan materi di acara Gelar Wacana dan Pameran yang bertema "Inspirasi Muda Menjelajahi Nusantara" yang diadakan oleh Organisasi alam bebas Wanadri di Aula Museum Geologi, Bandung, Sabtu (19/11/2016). (SUAKA /  Galih Muhamad)

Budayawan, Aat Soeratin sedang memberikan materi di acara Gelar Wacana dan Pameran yang bertema “Inspirasi Muda Menjelajahi Nusantara” yang diadakan oleh Organisasi alam bebas Wanadri di Aula Museum Geologi, Bandung, Sabtu (19/11/2016). (SUAKA / Galih Muhamad)

SUAKAONLINE.COM, Bandung – Gelar Wacana dan Pameran merupakan salah satu acara dari organisasi kegiatan alam bebas, Perhimpunan Rimba dan Pendaki Gunung atau yang sering disebut Wanadri. Acara tersebut berlangsung di Aula Museum Geologi Bandung, kota Bandung, Sabtu (19/11/2016). Dengan mengusung tema “Inspirasi Muda Menjelajah Nusantara”, acara talk show tersebut menghadirkan Budayawan, Aat Soeratin.

Salah satu kegiatan didalam acara tersebut  adalah pemutaran film Ekspedisi Salu Uro, Sulawesi Selatan dan pemutaran Film Ekspedisi Kulat Borneo, Kalimantan Timur. Kedua film tersebut menceritakan proses pengarungan medan oleh anggota Wanadri dari awal pemberangkatan sampai kembali lagi ke Sekretariat Wanadri di Bandung.

“Sebenarnya kita melakukan Ekspedisi karena ingin mengajak masyarakat khususnya para pemuda untuk mengenali dirinya dan mengenali tanah airnya melalui ekspedisi yang pada dasarnya keluar dari zona nyaman mereka, nah saat mereka keluar dari zona nyaman mereka, mereka akan mencari cara untuk Survive dan dari situ nilai Nasionalismenya akan tumbuh,” ujar ketua Ekspedisi Salu Uro, Totoh Syaefudin.

Menurut salah satu anggota Ekspedisi Wanadri, Dzaki Tirta, banyak pengalaman menarik yang didapat dari ekspedisi yang diikutinya. Dirinya juga mengungkapkan, banyak pengalaman yang tidak akan di dapatkan bangku kuliahan dimana pun. “Kami mempersiapkannya dari tahun kemarin, dan prakteknya dilapangan di Sungai Salu Uro selama 55 hari, jauh dari orangtua, bahkan lebaran pun di Lapangan,” ujar Dzaki.

Pada sesi terakhir, Aat Soeratin memberikan materi singkat kepada penonton perihal kepemudaan  jaman sekarang. Aat mengatakan bahwa pemuda sekarang harus terbuka dan banyak melakukan hal-hal baru untuk membentuk karakter dirinya. Selain itu, Aat juga mengajak pemuda untuk menjadi poros perubahan laku budaya untuk terciptanya Indonesia yang lebih baik. Karena, menurut Aat potensi yang paling besar di Negara mana pun adalah manusianya.

Baca juga:  Orientasi Praktik Keguruan 2017

Reporter : Galih Muhamad

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas