Pendidikan dan Budaya

Balai Bahasa Bangun Kembali Budaya Mendongeng

Pembawa acara (kiri) mengumumkan 15 pemenang lomba mendongeng yang digelar olah Balai Bahasa Jawa Barat bersama Ikatan Duta Bahasa Jawa Barat dengan tema Revitalisasi Cerita Kabayan yang bertempat di hotel Travello Jalan Setiabudhi, Minggu (20/11/2016). (SUAKA / Rendy M. Muthaqin)

Pembawa acara (kiri) mengumumkan 15 pemenang lomba mendongeng yang digelar olah Balai Bahasa Jawa Barat bersama Ikatan Duta Bahasa Jawa Barat dengan tema Revitalisasi Cerita Kabayan yang bertempat di hotel Travello Jalan Setiabudhi, Minggu (20/11/2016). (SUAKA / Rendy M. Muthaqin)

SUAKAONLINE.COM, Bandung — Seiring dengan berkembang pesatnya media sosial dan arus modernisasi, generasi muda saat ini pun hampir lupa untuk kembali mengetahui cerita-cerita terdahulu lewat dogeng. Atas latar belakang itu, Balai Bahasa Jawa Barat bersama Ikatan Duta Bahasa Jawa Barat berusaha membangkitkan kembali budaya berdongeng melalui lomba menulis dongeng yang betemakan “Revitalisasi Cerita Kabayan: Perekaciptaan Dongeng Melalui Budaya Literasi” yang diselenggarakan pada Kamis (17/11/2016) dan Minggu (20/11/2016) di Hotel Travello, Jalan Setiabudhi, Bandung.

Menurut Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Abdul Khak mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Gerakan Literasi Nasional dan juga untuk membangkitkan kembali budaya literasi dan dongeng kepada masyarakat lewat cerita legenda atau sejarah.

“Kegiatan ini dilakukan secara non formal, terbuka untuk umum dan siapapun. Kami disini ingin meningkatkan kembali budaya literasi lewat kegiatan ini dan juga ingin membudayakan dongeng dalam mengisahkan legenda dan cerita rakyat atau sejarah,” ujar Abdul.

Kegiatan ini diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari Duta Bahasa Jawa Barat, Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat, Komunitas Baca, Komunitas Budaya dan Duta Wisata di tingkat SMA dan SMP, Mahasiswa, Guru dan umum. Dalam kegiatan tersebut dibacakan 100 pemenang terbaik. Sedangkan 5 pemenang terbaik yang karyanya akan dibukukan diraih oleh, Nurranti Siti Lestari dengan judul karya Kabayan Merasakan, Cepi Mulya Arisandi dengan judul Kabayan dan Cap Lux, Mutiabella Trisnawati dengan judul Kabayan dan Handphone, Nur Islami Arasih Widiawati dengan judul Kabayan Selfie dan Endang Mujiyatiningsih dengan judul Kabayan dan Anak Kambing.

Baca juga:  Bawaslu Ajak Mahasiswa Sukseskan Pemilu

Adapaun aspek penilaiannya terdiri dari empat aspek yaitu aspek formal cerita terdiri dari judul, nama pengarang, dialog dan narasi. Unsur Intrinsik, Substansi Cerita dan Penggunaan Bahasa yang baik dan benar sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia, keajekan penulisan dan ragam bahasa yang disesuaikan dengan dimensi tokoh dan latar.

Selaku penyelenggara acara, Abdul Khak berharap kegiatan ini bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan minat baca masyarakat di Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Barat. Tak hanya itu, Abdul juga berharap dari kegiatan ini lahir generasi muda yang bisa meningkatkan kemampuan menulis yang lebih kreatif dan memberi motivasi.

“Pemenang dari kegiatan ini nanti karyanya akan dibukukan dan kami sebarkan ke seluruh Indonesia. Harapan besarnya adalah untuk bisa menciptakan generasi muda dalam hal membaca dan menulis. Karena kalau literasi itu ya membahas keduanya, harus mau baca dan bisa nulis,” pungkas Abdul.

Reporter : Rendy M. Muthaqin

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas