Kampusiana

Pulau Buru Tanah Air Beta, Sejarah yang Tersembunyi

penampilan dari perwakilan Pena Terpasung saat menampilkan monolog diacara diskusi dan bedah film "Pulau Buru Tanah Air Beta"

Penampilan dari perwakilan Pena Terpasung saat menampilkan monolog di acara diskusi dan bedah film ‘Pulau Buru Tanah Air Beta’, di Aula Abdjan Soelaiman, Senin (28/11/2016). (Kavin/Kontributor)

SUAKAONLINE.COM- Komunitas Bawah Pohon mengadakan diskusi dan bedah film yang bertajuk ‘Mendesa-desa’ di Aula Abdjan Soelaiman, Senin (28/11/2016). Komunitas tersebut merupakan gabungan komunitas dan jurusan dari berbagai kampus-kampus yang berada di Bandung. Di antaranya, Jurusan Perbadingan Madzhab UIN SGD Bandung, Komunitas Videography Rolltime, Lochist Komunitas DKV 3 2014 Unikom dan UKM Film Layar Senja STKIP Siliwangi.

Acara tersebut juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan, di antaranya dari  Wanggi Hoed, Sanggar Obor, Pena Terpasung, Rupa Bumi, Mapah Layung dan berbagai komunitas seni lainnya. Ada juga pemutaran Film documenter ‘Pulau Buru Tanah Air Beta’ karya sutradara Rahung Nasution yang menceritakan kisah orang-orang yang dibuang ke Pulau Buru di Maluku pada zaman Orde Baru.

Penanggungjawab acara Wisnu Bayu Aji mengatakan tujuan acara tersebut adalah untuk melihat realita desa zaman sekarang dan juga mengingat kembali tragedi yang terjadi di Pulau Buru. “Kita harus melihat kondisi desa zaman sekarang, dan kita harus mengutamakan desa lagi, ini juga ada sangkut pautnya dengan film tersebut.” ujar Wisnu.

Setelah pemutaran Film ‘Pulau Buru Tanah Air Beta’ para penonton langsung diajak berdiskusi tentang Film tersebut dengan pembicara Adiyana Selamet, dosen dari Universitas Komputer Indonesia. Menurut Adiyana  film ini merupakan kepingan-kepingan sejarah yang disembunyikan oleh para penguasa. Dirinya juga mengajak untuk mencari kepingan-kepingan sejarah lainnya.

“Jangan pernah sekali-kali melupakan sejarah, karena kalau kita melupakan sejarah sama saja dengan kita mengkhianati negara kita sendiri meskipun sejarah adalah milik penguasa,” katanya.

Baca juga:  Pikiran Rakyat Menolak Gugatan yang Diajukan Zaky Yamani

Reporter : Galih Muhamad

Redaktur : Ibnu Fauzi

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas