Kampusiana

Menyebarkan Virus Kebahasaan Melalui Duta Bahasa

Debat kandidat Duta Bahasa (Dubas) dalam Grand Final pemilihan Putra dan Putri Dubas UIN Bandung yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Bahasa UIN Bandung dengan mengusung tema never life your cukture di gedung Abdjan Soelaeman, Jumat (02/12/2016).

Debat kandidat Duta Bahasa (Dubas) dalam Grand Final pemilihan Putra dan Putri Dubas UIN SGD Bandung yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Bahasa UIN SGD Bandung dengan mengusung tema ‘Never Life Your Culture’ di Aula Abdjan Soelaeman, Jumat (02/12/2016).

SUAKAONLINE.COM-, Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Muhammad Miftah Farid dan mahasiswi jurusan Bimbingan Konseling Islam, Eryanti Nurmala Dewi terpilih menjadi Duta Bahasa UIN SGD Bandung 2016 yang diselenggarakan Lembaga Pembinaan Bahasa (LPB) UIN SGD Bandung. Jumat, (02/12/2016) di Aula Abdjan Soelaeman. Diharapkan keduanya dan beberapa finalis lainnya dapat menyebarkan virus-virus kebahasaan.

Menurut Ketua Pelaksana Dubas 2016 Ayu Kartika, bahasa asing itu penting, karena kata dia, jika melihat fenomena saat ini , mahasiswa yang bukan jurusan bahasa berbicara bahasa asing malah dijadikan bahan bercanda bagi teman-temannya.

Ayu menambahkan, 10 finalis Dubas yang terpilih nantinya akan diberikan beberapa tugas dan tanggung jawab. Di antaranya menyelenggarakan seminar dan mensosialisasikan kebahasaan di setiap fakultas. Selanjutnya, mengabdi pada masyarakat UIN SGD Bandung khususnya dan masyarakat umum.

Dubas putri terpilih, Eryanti memiliki keinginan untuk menjadi sosok teladan, khususnya di lingkungan kampus UIN SGD Bandung. Selain itu, berangkat dari kekhawatiran terkait pengaruh globalisasi yang berdampak pada sikap mahasiswa terhadap penggunaan bahasa nasional dan bahasa lokal, dirinya juga ingin memanfaatkan amanah untuk menebar virus kebaikan pada sekitar.

“Dengan adanya Dubas yg diselenggarakan LPB, saya harap bisa menjadi media dakwah saya, serta menjawab permasalahan yg ada,” jelasnya.

Ayu berharap  semua yang dicita-citakan untuk menyebarkan virus-virus kebahasaan dapat terealisasi dengan baik. Pekerjaan rumah yang utama yaitu menyadarkan pentingnya bahasa pada masyarakat UIN SGD Bandung.

Baca juga:  Bandung Night Ride Kampanyekan Budaya Bersepeda

“Mahasiswa UIN harus peduli bahasa luar. Bukan berarti juga melupakan identitas,” tegasnya saat ditemui Suaka di sela-sela acara.

Reporter : Isma Dwi Ardiyanti

Redaktur : Ibnu Fauzi 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas