Kampusiana

Nuansa Sunda Hadir Dalam PSJ

Beberapa peserta Pekan Seni Jurnalistik (PSJ) tengah menunjukkan penampilannya di pelataran Aula Anwar Musaddad UIN SGD Bandung, Sabtu (3/12/2016). Acara ini merupakan acara tahuna yang digelar oleh bidang Seni BEM-J Jurnalistik. (SUAKA / Ayu Isnaini)

Beberapa peserta Pekan Seni Jurnalistik (PSJ) tengah menunjukkan penampilannya di pelataran Aula Anwar Musaddad UIN SGD Bandung, Sabtu (3/12/2016). Acara ini merupakan acara tahunan yang digelar oleh bidang Seni BEM-J Jurnalistik. (SUAKA / Ayu Isnaini)

SUAKAONLINE.COM, – Nuansa Sunda hadir dalam Pekan Seni Juranalistik (PSJ) yang digelar oleh Bidang Seni Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM-J) Jurnalistik di pelataran Aula Anwar Musadad UIN SGD Bandung, Sabtu (3/12/2016). Acara tahunan yang rutin diselenggarakan sejak tagun 2014 tersebut, kali ini mengusung tema “Mulangkeun Panineungan Sunda Bihari Ka Mangsa Kiwari” dengan harapan, adanya acara ini mampu mengingatkan kembali mahasiswa mengenai kebudayaan-kebudayaan sunda.

Ketua pelaksana PSJ, Umi Amalia menganggap seni dan budaya merupakan sesuatu yang penting dan disukai oleh semua orang. “Seni itu bagian dari jiwa, seni itu bagian dari hasrat tubuh. Soalnya kalo nggak ada seni hampa banget tubuh kita,” ungkap mahasiswa semester 7 tersebut.

Umi mengatakan bahwa budaya merupakan karakter pribadi seseorang. Oleh karena itu, tujuan utama acara ini adalah mengingatkan dan menyadarkan kembali mahasiswa untuk bersama-sama melestarika budaya.

“Budaya itu memang penting, budaya itu justru membentuk karakter pribadi kita. Kalo misalkan kita meninggalkan budaya, maka kita kehilangan karakter diri,” ungkapnya.

Acara ini dimeriahkan oleh club di bawah naungan bidang Seni BEM-J Jurnalistik yang diwakili oleh diwakili oleh club tari, Riungan Suanten Jurnalistik (RSJ) dan Teater Pena. Selain itu, bintang tamu dari luar seperti Kaawang Awang dan Tanpa Nama Band juga turut meramaikan acara ini.

Kemudian, acara ini juga diisi dengan diskusi kebudayaan bersama budayawan seperti, Hawe Setiawan, Bah Nanu Muda dan Enjang A.S. Diskusi ini merupakan point plus agar peserta mampu memaknai serta mengambil langkah konkrit dan bukan sekedar pentas seni belaka. “Kita ingin memaknai acara ini,”tegas Umi.

Baca juga:  Warga Kebon Jeruk Kembali Melawan

Di tahun-tahun sebelumnya, PSJ lebih menonjolkan seni music. Sedangkan di tahun ini, menurut Umi, PSJ menghadirkan seni tari dan teater. Selain itu Umi juga berharap di tahun yang akan datang PSJ mampu menghadirkan cabang seni lain yang lebih variatif.

Peserta acara, sekaligus anggota paduan suara, Nurul Imamah sangat mengapresiasi acara ini. Selain itu, dirinya mengungkapkan pentingnya memelihara budaya agar tetap terjaga kelestariannya dan dapat terus diwariskan hingga ke anak cucu. “Bagus, soalnya dia emang udah kental banget seninya dari awal sampe akhir seni semua dan itu sunda, kita kan ada di Jawa Barat. Kalau misalnya seni gak kita pelihara dari sekarang nanti kesananya, anak cucu kita ga tau seni gitu,” kata Imah.

Reporter : Ayu Isnaini

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas