Kampusiana

HMJ AP Gelar Dialog Ekonomi Kreatif, Bangun Bisnis di Era Digital

dialog ekonomi kreatif HMJ AP

Salah satu narasumber dari Co-Founder JaGo UMKM, Sahla Nabila menyampaikan materi dalam kegiatan ‘Dialog Ekonomi Kreatif’ yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Administrasi Publik di aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Sabtu (20/5/2023). (Foto: Fauzia Rahmawati/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Administrasi Publik menyelenggarakan acara yang bertajuk ‘Dialog Ekonomi Kreatif: Tantangan Kaum Milenial dalam Mendobrak Dinding Pembatas Perkembangan Ekonomi Kreatif’, di aula Lt. 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Bandung, Sabtu, (29/5/2023).  Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Milangkala Festival ke-16.

Salah satu narasumber dari Founder Miracle Matse, Fadli Maulana Ibrahim menjelaskan bahwa salah satu kunci suatu bisnis bisa bertahan dan bersaing di era digital ini adalah dengan membangun brand value. Ketika brand value dibangun dengan baik, akan sangat berpengaruh pada bisnis yang sedang dibangun. Semakin besar brand value akan semakin besar, peluang produk dikenal dan ini membuat orang yang memakai produk tersebut merasa bangga.

“Agar bertahan bersaing di era ekonomi digital, bangun brand value sebesar mungkin, jadi yang membuat brand kita laku, yang membuat orang tuh bisa bangga pake produk yang kita buat, orang tuh merasa gaul merasa keren pake produk kita gitu karena value yang kita miliki tuh kuat,” ungkapnya,” tuturnya, Sabtu (20/5/2023).

Kemudian, Co-Founder JaGo UMKM, Sahla Sabila juga narasumber dalam dialog tersebut memaparkan apabila ingin membesarkan suatu brand sangat bergantung pada pemiliknya. Mulai dari bagaimana tujuan awalnya, akan seperti apa perkembangannya, dan sampai kapan bertahannya itu ada di tangan pemilik. Treatment yang baik, yang berkualitas akan menghasilkan juga suatu usaha yang hasilnya memuaskan.

“Jika dianalogikan dengan bayi maka akan jadi seperti apa mereka itu tergantung orang tua atau owner, tergantung siapa yang bakal mendidik, siapa yang bakal membesarkan mereka. Jadi anak ini nanti mau jadi anak yang baik atau bagaimana pun, begitu pun dengan usaha. Jadi treatment-nya usaha itu sama kayak bayi atau binatang yang kita pelihara,” tegas Sahla.

Di sisi lain, ketua pelaksana, Muhammad Ikbal Fauzi menuturkan bahwa saat ini para pebisnis banyak yang kurang melek akan teknologi, padahal perkembangan sudah semakin maju. Menurutnya kunci kesuksesan dari sebuah usaha ialah dengan mengikuti perkembangan zaman dengan menggabungkan antara bisnis dan teknologi.

“Kita lebih fokus ke pengembangan diri untuk mendobrak dinding pembatas ekonomi kreatif karena kita sekarang banyak ekonomi ekonomi yang istilahnya tidak mengikuti perkembangan zaman yang mana sekarang perkembangan zaman itu sudah sampai ke era 4.0 bahkan lebih. Salah satu untuk mencapai kesuksesan usaha di era sekarang harus mengikuti perkembangan zaman. Karena kita bisa gabung dengan menjualkan produk produk kita di sosial media,” ujar Ikbal.

Di akhir acara, salah satu peserta, Tata, memberi tanggapan bahwa acara ini menarik karena sangat membantu mahasiswa untuk mulai berbisnis dengan segala kreatifitas-nya. “Terlebih kita ini masih mahasiswa ya terbilang punya ide-ide bagus yang kreatif dalam mengembangkan mengembangkan sebuah bisnis ataupun produk digital itu sendiri jadi acara ini sangat membantu,” tutupnya.

Reporter: Fauzia Rahmawati/Suaka

Redaktur: Mohamad Akmal Albari/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas