Malam Yang Kelam

Date:

- Advertisement -

Oleh: Aurora Rafi Nafsa*

Malam tenang itu adalah kamis

Berbalut dengan baju gamis

Berjalan ia dengan gerimis

Bertemu cahaya para reformis

.

Tapi,

Malam tenang itu berlainan

5000 orang bersorak keras

Mempertanyakan sebuah keadilan

Yang disambut timah panas

.

Darrr!

Malam tenang itu

Menjadi hitam nan gaduh

Jerit rintihan teman bapakku

Beriring gemertak remukkan tubuh

.

Kocar-kacir, manusia berlarian

Sedang mayat terus bergelimpangan

Disamping, hanya ada senapan

Lengkap dengan suara umpatan

.

Kini,

Lembaran cerita saksi itu

Menyisakan cerita kelam

Dalam september yang hitam

*Penulis merupakan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris Semester 5, UIN SGD Bandung

Share post:

Popular

Berita Terkait

Aku Yang Bisu

*Oleh: Qarin Qurnaeni Katanya, aku napas bumiKatanya, aku layaknya urat...

Merdeka, untuk siapa?

*Oleh: Imam Syaban Abdurrahman Delapan puluh satu tahun telah berlalu,bendera...

Sayang, Aku Perempuan

*Oleh: Qonita Razinatul Amani Sayang, aku perempuan Aku lahir bersama...

Pengumuman Kelulusan Anggota Muda LPM Suaka Tahun 2026

Berikut nama-nama yang lulus menjadi anggota LPM Suaka tahun...