Kampusiana

Rektor UIN Bandung Berganti, Canangkan Pembaruan dan Pemindahan Fakultas

Rektor UIN SGD Bandung, Rosihon Anwar melakukan kunjungan di ruang kelas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Senin (4/9/2023). (Foto: Alisya Darmayanti/Suaka).

SUAKAONLINE.COM – Setelah selesai dua periode masa jabatan Rektor Mahmud, kepemimpinan kampus hijau selanjutnya dipegang oleh Rosihon Anwar. Resmi dilantik menjadi rektor UIN Bandung Periode 2023-2027 pada Jumat (11/8/2023) lalu, mantan Wakil Rektor I itu merencanakan beberapa pembaruan di tahun 2024 nanti.

“Karena visi misi kepemimpinan Prof. Mahmud itu harus selesai sampai desember, jadi saya harus melanjutkan sampai Desember begitu. Setelah itu ada Renstra (Rencana Strategis), Renstra itu baru yang resminya dan visi misi UIN, ini baru visi misi kepemimpinan saya aja,” ujarnya, saat diwawancarai, Kamis (7/9/2023).

Rosihon menyampaikan akan memulai pembenahan pelayanan kemahasiswaan yang dibuat serba digital supaya mengurangi biaya yang dikeluarkan. Selain itu, adanya pelayanan terpadu yang akan disediakan di lantai satu gedung rektorat untuk mempermudah informasi seputar kampus bagi siapapun yang membutuhkan.

Adapun satu tahun kedepan yang terhitung sampai bulan Agustus 2024 mendatang, Rosihon akan berfokus kepada digitalisasi dan perbaikan smart campus. Dan aspek infrastruktur juga menjadi hal yang sangat digarisbawahi untuk dibenahi. “Lalu kemudian tadi ya tentang kita benahi dalam artian rapihkan ya, apa namanya UKM, UKM dan SC (Student Centre). SC kita rapihkan supaya lebih enak dipandang, itu nanti bertahap lah kesananya,” tuturnya.

Lebih lanjut, melihat padatnya kampus 1 yang banyak dikeluhkan oleh civitas akademik, khususnya kalangan mahasiswa mengharapkan ditindaklanjuti rektor. Ia menyampaikan kepada Suaka bahwa akan memindahkan dua fakultas ke kampus 2 yang harapannya dapat mengurangi kepadatan. Upaya lain untuk mengurangi kepadatan yakni akan dibangun lahan parkir spiral di area kampus 1.

“Nanti kalau misalnya kita ada lagi gedung lagi kita pindahkan lagi satu. Jadi nanti kedepan tuh disini (Kampus 1) hanya ada 5 fakultas, nanti disana (Kampus 2) 5 fakultas,” jelasnya.

Sementara itu, pandangan dari mahasiswa semester 8 Jurusan Sosiologi, Muhammad Sidqi memberikan masukan untuk kepemimpinan rektor periode sekarang agar lebih sering membuka ruang interaksi atau diskusi dengan mahasiswa.

“Harus lebih sering-sering nge-advokasi ke mahasiswa sih, turun ke akar rumput gitu, karena kalau mahasiswa yang ke atas itu kadang sulit ya, harus ke Kabag (Kepala Bagian) ini dulu, Kabag itu dulu atau ke Warek, lama jadi sampai ke rektornya itu, terlalu feodal lah, jadi agak kaku gitu,” jelasnya saat diwawancarai via Whatsapp, Sabtu (2/9/2023).

Menanggapi hal tersebut, Rosihon akan mengkoordinasikannya dengan warek 3 bidang kemahasiswaan agar sering membuka ruang diskusi bersama mahasiswa. “Cuman sambil ngontrol aja, nanti kita mengadakan acara di lantai 4 (SC), ya nanti harusnya ngobrol-ngobrol, ngopi,” jawabnya.

Reporter: Silmi Hakiki/Suaka

Redaktur: Mohamad Akmal Albari/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ke Atas