" > 2 mnt membaca"> Siaga Difteri, Klinik UIN SGD Bandung Adakan Vaksinasi - Suaka Online
Kampusiana

Siaga Difteri, Klinik UIN SGD Bandung Adakan Vaksinasi2 mnt membaca

Dok.Net

SUAKAONLINE.COM – Klinik UIN SGD Bandung akan mengadakan vaksinasi difteri gratis bagi mahasiswa yang berusia kurang dari 19 tahun. Vaksinasi tersebut akan diadakan pada tanggal 12 sampai 15 Maret 2018, dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Dokter Klinik UIN SGD Bandung, Muthmainah mengatakan vaksinasi ini sangat penting karena difteri merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian.

“Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphteriae yang dapat mengakibatkan obstruksi larings atau miokarditis akibat aktivasi eksotoksin. Vaksinasi difteri ini sangat penting dan harus dilakukan oleh semua umur dan semua kalangan karena difteri ini sangat menular dan dapat menyebabkan kematian. Di Indonesia sendiri ada sekitar 33 orang yang meninggal akibat kuman difteri ini,” ujarnya saat ditemui di klinik UIN SGD Bandung, Selasa (20/02/2018).

Vaksinasi difteri ini merupakan instruksi langsung dari Kementrian Kesehatan kepada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) yang berkoordinasi dengan Kemahasiswaan UIN SGD Bandung. Vaksinasi tersebut dikenakan biaya 150.000 rupiah bagi mahasiswa yang berusia 19 tahun ke atas.

”Vaksinasi gratis ini hanya ditujukan bagi penduduk berusia 1 sampai 19 tahun. Maka dari itu terdapat  vaksinasi untuk balita di posyandu, di SD, SMP, SMA dan untuk mahasiwa, vaksinasi gratisnya hanya untuk mahasiswa berusia 19 tahun kebawah. Sehingga bagi mahasiwa berusia diatas 19 tahun harus membayar untuk vaksinasi, sedangkan mahasiswa berusia 19 tahun kebawah  yang masih duduk di bangku kuliah masih tetap mendapatkan vaksinasi gratis,” tambahnya.

Kendati demikian Muthmainah tetap menghimbau bagi para mahasiswa diatas 19 tahun untuk tetap mengikuti vaksinasi difteri tersebut. Menurutnya, walaupun berbayar tapi tetap saja semua mahasiswa harus melakukan vaksinasi. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Imunisasi tersebut akan membuat tubuh lebih kebal dalam melawan kuman difteri.

Baca juga:  UIN Bandung Laksanakan PBAK 2020 Daring

Sedangkan untuk sistematikanya, vaksinasi tersebut akan berlangsung selama empat hari di klinik UIN SGD Bandung. Mahasiswa harus registrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan antrean vaksinasi. Antrean dibagi menjadi beberapa kloter berdasarkan jurusan yang ada di fakultasnya masing-masing. Setiap harinya akan ada dua sampai tiga fakultas yang mendapat vaksinasi secara bergantian.

Tenaga Medis yang akan melakukan vaksinasi adalah pihak Puskesmas dan pihak Klinik UIN SGD Bandung. Namun pihak Puskesmas akan  menjadi tenaga medis yang paling berkontribusi besar dalam pelaksanaan vaksinasi, sedangkan pihak Klinik UIN SGD Bandung hanya akan membantu seperlunya. Jadi saat pelaksanaanya akan banyak dokter dan tim medis yang didatangkan dari Puskesmas.

Terakhir Muthmainah kembali menghimbau agar semua mahasiswa mau melakukan vaksinasi, “Semua mahasiswa harus tahu bahwa Klinik UIN Sunan Gunung Djati Bandung akan mengadakan vaksinasi dan semua mahasiswa juga harus mau diberi vaksinasi. Jangan takut bagi mahasiswa yang takut jarum suntikan. Karena apabila kita telah mendapatkan vaksin kemungkinan kita terserang oleh kuman difteri ini menjadi sangat kecil,” pungkasnya.

 

Reporter : Ai Siti/ Magang

Redaktur : Muhamad Emiriza

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas