2 mnt membaca"> UMPTKIN 2021 Gunakan Sistem Baru Untuk Minimalisir Kecurangan - Suaka Online
Kampusiana

UMPTKIN 2021 Gunakan Sistem Baru Untuk Minimalisir Kecurangan2 mnt membaca

Dok. Humas UIN SGD Bandung

SUAKAONLINE.COM – UIN Bandung menjadi tuan ruman untuk pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Nasional (UMPTKIN) tahun 2021. Ujian tersebut dilaksanakan serentak pada Senin (24/5/2021) hingga Rabu (26/5/2021) dengan dua kelompok ujian yakni IPA dan IPS. Ujian tahun ini berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) dengan sistem mobile sehingga para peserta bisa mengakses melalui laptop atau smartphone.

Sebelum pelaksanaan UMPTKIN berlangsung, panitia mengadakan uji coba sistem yang dilakukan pada tanggal 17-19 Mei 2021. Pada saat uji coba persentase kehadiran mencapai 82%  dari keseluruhan peserta. Pelaksanaan UMPTKIN ini pun sempat mengalami kemunduran karena peserta yang mendaftar tidak sesuai target. Hanya terdapat dua kelompok yang diujikan yakni IPA dan IPS.

Dari 117.000 peserta yang mendaftar hanya 100.038 yang melakukan finalisasi pendaftaran. Di UIN SGD Bandung terdapat sekitar 5053 peserta, yang diantaranya 443 peserta kelompok IPA dan 4610 peserta kelompok IPS. Pelaksanaan UMPTKIN dibagi menjadi tiga sesi yaitu pagi, siang, dan sore dengan waktu 120 menit per-sesinya.

Dibanding tahun lalu, pelaksanaan UMPTKIN tahun ini menggunakan sistem dan tampilan baru. “Para siswa disuruh nulis huruf arabnya di layar touchscreen atau menggunakan laptop dan merekam voice note bacaan al-quran agar bisa di ulang-ulang sampai dia yakin dan mengirimkan jawabannya. Dan di bagian option pilihan ganda kalau dulu a, b, c, dan d sekarang hanya a, b, dan c,” ujar Kepala PTIPD UIN  SGD Bandung, Undang Syaripudin, Senin (24/5/2021)

Time Respon atau waktu pengerjaan juga menjadi penilaian selain materi. Hal inilah yang membuat panitia lebih tegas terhadap pengawas dan peserta. Pengawas dapat menegur peserta secara langsung bila ada hal yang mencurigakan seperti layar mati, memakai pakaian yang kurang sopan dan memberikan tiga kali teguran sebelum diskualifikasi, 1 pengawas mengawasi 20 peserta.

“Penilaian tahun ini juga tidak hanya dari nilai, namun dari time respon dan kecocokan data untuk menghindari joki. Kan suka ada yang namanya Toni yang ulangan Tono, kita mencoba meyakinkan pimpinan dengan pengamanan menggunakan security, sistem diamankan, aplikasi dan server,” lanjutnya.

Salah satu peserta UMPTKIN Muhammad Miftah mengapresiasi bagusnya pelayanan sistem baru yang digunakan. “Untuk materinya relatif sih ada yang sulit dan ada yang biasa aja. Isinya gampang pake voice note dan nulis di hand phone. Pelayanannya juga ramah kalau nanya suka dijawab dengan baik,” pungkas siswa asal MAN 1 Tasikmalaya tersebut.

Reporter         : Yoane Alya/Magang

Redaktur        : Fuad Mutashim/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas