
SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung menggelar Wisuda ke-109 dengan tema “Lulusan UIN: Unggul dalam Ilmu, Kompetitif dalam Karya, Rahmat Bagi Semesta” di Gedung Anwar Musadad, Kampus 1 UIN SGD Bandung, Sabtu (12/9/2026). Prosesi wisuda diikuti 1.500 wisudawan dari berbagai fakultas serta turut memberikan penghargaan kepada mahasiswa inspiratif.
Wisudawan dengan jumlah total 1500 ini berasal dari berbagai disiplin ilmu. Rinciannya, Fakultas Adab dan Humaniora meluluskan 44 orang, Fakultas Syariah dan Hukum 282 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 73 orang, Fakultas Psikologi 18 orang, Fakultas Saintek 37 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 232 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 305 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 241 orang, Fakultas Ushuluddin 96 orang, Program Magister 76 orang, dan Program Doktor 19 orang.
Penghargaan Adhi Jati Utama atau wisudawan terbaik kembali diraih mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum. Pada dua wisuda sebelumnya, yakni Wisuda ke-107 dan ke-108, penghargaan serupa juga diberikan kepada mahasiswa dari fakultas tersebut. Kali ini, penghargaan Adhi Jati diraih oleh Adzanah Mariska Salsabila, mahasiswi Jurusan Hukum Pidana Islam.
Salah satu pencapaian yang menjadi pembeda dalam perjalanan akademiknya adalah publikasi ilmiah. Adzanah menyelesaikan studi S1 dengan mempublikasikan 25 artikel ilmiah di berbagai jurnal bereputasi, baik tingkat nasional maupun internasional. Ia juga berkesempatan menjadi presenter dalam konferensi internasional yang dihadiri peserta dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand.
Adzanah mengatakan bahwa ia berusaha menyeimbangkan rekam jejak akademik dengan pengalaman organisasi dan publikasi ilmiah. Menurutnya, menjadi mahasiswa tidak cukup hanya dengan mengejar nilai akademik. “Ketika mahasiswa berbicara hari ini hanya fokus kepada nilai saja, no, gak seperti itu. Tetapi bagaimana ketika kita bisa mengelaborasikan antara rekam jejak akademik, penelitian dan publikasi ilmiah, serta leadership dalam kepemimpinan organisasi,” jelasnya saat ditemui Suaka usai wisuda, Sabtu (12/9/2026).
Selain Adhi Jati Utama, Wisuda ke-109 juga menghadirkan mahasiswa inspiratif, Muhammad Alam Ridwan Zainal. Ia telah aktif di dunia seni sejak usia tujuh tahun. Ia tumbuh dari keluarga sederhana, dengan ibu sebagai pedagang cilok dan ayah bekerja di bidang reparasi optik. Pada 2019, Alam menjadi korban tabrak lari dan harus menjalani perawatan selama enam bulan. Berbagai pengalaman tersebut tidak menghalanginya untuk terus berkarya dalam seni, public speaking, dan berbagai kegiatan lainnya.
Masa terberat Alam justru ia rasakan menjelang akhir masa perkuliahan. Ketika mengetahui kondisi salah satu ginjalnya, ia sempat merasa terkejut selama beberapa waktu. Namun, pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti menjalani aktivitas dan terus berusaha memanfaatkan kesempatan yang dimilikinya.
Bagi Alam, keberhasilan tidak dapat diperoleh secara instan. Ia menggambarkan perjalanan tersebut seperti menaiki tangga yang harus dilalui satu per satu. “There is no elevator to success. You have to take the stairs,” ujarnya kepada Suaka, Sabtu (12/9/2026). Ia mengingatkan bahwa setiap pencapaian membutuhkan proses dan perjuangan.
Sementara itu, Rektor UIN SGD Bandung, Rosihon Anwar, dalam pidatonya berpesan agar para lulusan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Menurutnya, lulusan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Dunia berubah dengan cepat, lulusan harus siap menghadapi tantangan global dengan kemampuan adaptif, inovatif dan bertanggung jawab pada nilai-nilai Islam. Hanya orang yang siap menghadapi perubahan yang akan berhasil,” tutup Rosihon, Sabtu (12/9/2026).
Reporter: Chairil Dwi Mufarrij/Suaka
Redaktur: Zahra Zakkiyah/Suaka

