Aksi Mahasiswa Peduli Bencana

Date:

- Advertisement -
Posko mahasiswa peduli bencana di pelataran Mesjid Iqomah UIN Bandung, yang diselenggaraka oleh Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) UIN SGD Bandung, Selasa (15/3/2016). Aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap bencana banjir yang terjadi kawasan Bandung.
Posko mahasiswa peduli bencana di pelataran Mesjid Iqomah UIN Bandung, yang diselenggaraka oleh Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) UIN SGD Bandung, Selasa (15/3/2016). Aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap bencana banjir yang terjadi kawasan Bandung.

SUAKAONLINE.COM – Bencana banjir yang sedang terjadi di beberapa daerah yang ada di Bandung, membuat segelintir aktifis kampus merasa empati terhadap hal tersebut. Seperti Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) UIN SGD Bandung misalnya. Mereka menggelar aksi mahasiswa peduli bencana dengan membuka posko bakti sosial (baksos) bagi warga kampus yang ingin membantu korban bencana banjir yang ada di Bandung, Selasa (15/3/2016).

Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) LDM, Siti Julaeha menjelaskan, Terdapat 15 titik lokasi banjir di Bandung yaitu, Baleendah, Cicalengka, Rancaekek, Cileunyi, Panjalu, Majalaya, Ciparay, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Pamengpeuk, Banjaran, Arjasari, Cangkuang, Satapak, dan Waringin. “Kegiatan ini diadakan atas hasil kerjasama antara Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) yang kemudian bekerjasama dengan lembaga dakwah kampus yang ada disekitaran Bandung,” jelas Siti.

Siti menambahkan, jumlah korban banjir saat ini diperkirakan 24000 warga yang diungsikan ke beberapa posko yang tersedia. Antara lain di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Baleendah, posko Parunghalang, Masjid Al-Mustofa desa Bojongasih, dan Masjid Al-Gadireja. Posko bakti sosial LDM ini dibuka sejak Senin (14/3/2016) lalu didepan Mesjid Iqomah UIN SGD Bandung.

“Dana yang sudah terkumpul saat ini berkisar 670 ribu rupiah. Jenis bantuan yang bisa disumbangkan tidak hanya uang saja melainkan pakaian layak pakai, makanan pokok, minuman, makanan dan popok bayi  / lansia dan tikar beserta selimut,” lanjut Siti.

Bantuan ini nantinya akan disalurkan ke 15 titik tersebut, namun ada prioritas tertentu dilihat dari mana yang lebih membutuhkan. Karena jumlah pengungsi setiap posko itu berbeda-beda, hal ini dilakukan agar penyaluran bantuan tersebut lebih merata. “Kondisi yang terjadi saat ini masih belum stabil, soalnya kondisi airnya itu naik turun. Bahkan mencapai ketinggian 3 meter,” tambah Siti.

Siti juga berharap antusias dari warga kampus akan terus bertambah mengingat kondisi yang semakin hari tidak menentu, dikarenakan cuaca yang tidak mendukung. Ia juga berharap rasa empati dari setiap mahasiswa terus tumbuh untuk saling membantu terhadap sesamanya.

Reporter : Hasna Salma / Magang

Redaktur : Edi Prasetyo

Share post:

Popular

Berita Terkait

UIN Bandung Lepas 1.500 Wisudawan pada Wisuda ke-109, FSH Kembali Raih Adhi Jati Utama

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung menggelar Wisuda ke-109 dengan...

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...

Terhalang UKT, Mahasiswa Baru Menanti Keringanan di Ambang Pengunduran Diri

SUAKAONLINE.COM - Di tengah banyaknya mahasiswa baru yang sudah...

Mahasiswa Baru PBAK 2026 Berceceran, Kurangnya Pengawasan dan Fasilitas Kampus

SUAKAONLINE.COM - Sebanyak 7.503 mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Budaya...