" > 2 mnt membaca"> Anka Adika Production Jadikan Dunia Teater Semakin Seru - Suaka Online
Pendidikan dan Budaya

Anka Adika Production Jadikan Dunia Teater Semakin Seru2 mnt membaca

 

[Suakaonline]-Pertunjukan teater musikal merupakan kesenian yang sayang sekali untuk dilupakan. Saat ini jumlah kesenian dengan genre musikal di Bandung memang tidak begitu banyak kecuali jika anda sengaja datang ke tempat-tempat pagelaran seni untuk mencari info mengenai pertunjukannya.

 

Seperti di Rumentang Siang misalnya, berbagai pentas akan diselenggarakan disini dan  bisa dipastikan acara pagelaran dari sebuah komunitas bernama “Anka Adika Production” atau yang biasa dikenal dengan sebutan AAP akan ada didalam daftar show.


AAP merupakan salah satu komunitas teater remaja di Bandung yang sering mengangkat cerita dari legenda-legenda dalam negri. Berawal dari ketidaksengajaan membuat sebuah group untuk pentas seni, AAP ternyata bisa membuktikan eksistensinya di jagat hiburan seni selama kurang lebih 15 tahun.


Ditemui hari Kamis (27/12) lalu, Anton Yustian selaku pencetus dan pelatih anggota AAP bercerita mengenai awal pentasnya hingga sekarang, saat itu tahun 1993 Anton bersama teman-teman SMAnya hendak membuat sebuah latihan gabungan dari beberapa SMA dibandung untuk sebuah pertunjukan drama musical.


“Saat itu kita tidak memiliki sebuah nama, karena kita hanya latihan gabungan,” ucap lelaki lulusan Sinematrografi Bandung ini.


Seiring meningkatnya jam terbang untuk pentas, mereka pun memikiran sebuah nama yang bisa diingat masyarakat. Dipilihlah nama “Anka” dan “Adika” yang merupakan nama anak kesatu dan kedua Anton.


Resmi dilahirkan 20 Mei 1997, AAP yang selalu mengusung tema dalam negri bernuansa kontemporer sebagai bahan pertunjukan sudah berhasil unjuk prestasi didunia teater dengan menjadi juara nasional di ajang festival teater seluruh Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta tahun 2005 lalu, tidak tanggung-tanggung mereka meraih 5 piala dari 5 nominasi salah satunya aktris terbaik. Hingga kini lebih dari 40 pentas besar dan ratusan pentas kecil sering di garap oleh AAP.


Keprihatinan Anton terhadap antusiasme anak muda yang berkurang untuk mengetahui cerita didalam negri membuatnya harus mengemas teater ini berbeda dengan teater lainnya. Sedikit terkesan bebas dan santai ala anak muda diharapkan mampu membuat para kawula muda ini lebih peka terhadap cerita dalam negri.


Menggali Potensi Diri


AAP sempat melakukan seleksi yang ketat bagi anggota baru, kini kesempatan itu dibuka selebar-lebarnya bagi anak muda yang ingin melatih bakat mereka dibidang akting, gerak, maupun bernyanyi dengan tujuan agar para remaja ini dapat mengasah kemampuan mereka.


Walau begitu tidak membuat AAP asal-asalan mencetak anak didiknya dibidang hiburan. sebutlah Aming sebagai bintang baru di Indonesia atau Laksmi AFI yang kini menjadi model iklan dan juga beberapa alumni lainnya tergabung dalam management yang dirintis oleh Maia Estianti, dan masih banyak lagi.


Disebut-sebut mampu melahirkan artis baru, Anton mengaku tidak mendoktrin mereka untuk menjadi artis dan menganggap sanggar ini sebagai production house. Sang pelatih hanya akan menggonjlok bakat mereka lalu memberikan informasi sebesar-besarnya mengenai audisi bintang atau sejenisnya.


“Kalau sengaja disuruh menjadi artis takutnya justru cita-cita mereka bukan menjadi artis, jadi ini hanya untuk kesenangan saja,” ungkapnya.


 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas