SUAKAONLINE.COM – Sebanyak 746 mahasiswa baru diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) untuk tahun ajaran 2023-2024 di UIN SGD Bandung pada Selasa, (28/3/2023). UIN SGD Bandung membuka pendaftaran untuk 16 prodi yang diminati oleh 8925 pendaftar dalam SNBP 2023.
SUAKAONLINE.COM – Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyelenggarakan acara sosialisasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang diadakan di Gedung Anwar Musaddad, Kampus 1...
SUAKAONLINE.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Seni dan Lukis Kaligrafi (LSLK) resmi berganti nama menjadi UKM Seni Rupa dan Desain (SRD) dalam acara Ceremony Exhibition, Selasa (21/3/2023). Acara ini turut diiringi dengan kegiatan pameran dan workshop yang berlangsung hingga Rabu nanti.
SUAKAONLINE.COM - Keberadaan speed bump atau polisi tidur di Kampus UIN SGD Bandung belakangan ini menjadi keresahan yang dirasakan mahasiswa. Diketahui, sejak mulai pemasangan pada Jumat (3/3) lalu, keberadaan polisi tidur ini dinilai tidak efektif lantaran jaraknya yang berdekatan.
Oleh: Robhi Jauhar*
Patriarki merupakan budaya yang memosisikan laki-laki lebih tinggi derajatnya dari perempuan. Di dalam budaya patriarki, peran laki-laki menjadi superior dalam hampir segala aspek kehidupan. Sedangkan umumnya, perempuan menjadi pelengkap saja. Misalnya, anggapan bahwa perempuan idealnya hanya menjadi ibu rumah tangga. Hal itu menjadi hambatan bagi para perempuan yang ingin mengaktualisasikan dirinya lewat berkarir.
Tidak heran para perempuan yang berkesadaran feminis ingin membebaskan kaumnya dari budaya yang diskriminatif gender ini. Sebab posisi perempuan di masyarakat menjadi termarjinalisasi, atau menjadi ‘tokoh kedua’, dengan tokoh utamanya kaum laki-laki. Akan tetapi, laki-laki sebagai ‘tokoh utama’ pun sebenarnya ikut terseret dari dampak budaya patriarki ini.