D3 MKS Tanpa Kejelasan Nasib

Date:

- Advertisement -

Kontroversi tentang munculnya S1 Manajemen Keuangan Syariah (MKS) ditengah-tengah keberadaan D3 MKS, membuat dilematis sejumlah mahasiswa. Hal ini menimbulkan reaksi dari kalangan mahasiswa D3 MKS mengenai kejelasan nasibnya nanti.

Menyikapi wacana keberadaan S1, Iqbal mahasiswa MKS semester VI menyambut bagus, karena dengan diadakannya S1 mahasiswa MKS dapat berdiri sejajar dengan jurusan-jurusan lain di UIN dan mendapatkan peluang kerja yang lebih luas. Tapi, S1 harus dengan prosedur yang jelas tanpa embel-embel apapun, dan tentunya mahasiswa D3 dapat melanjutkan ke tahap S1.

Persetujuan ini juga muncul dari pihak HMJ D3 MKS. Namun, harus ada kejelasan dulu mengenai wacana ini. “Pihak HMJ sangat setuju jika S1 diberlakukan di jurusan MKS. Namun,  nasib D3 harus dipastikan. Apakah nantinya dapat melanjutkan ke S1 atau tidak? Kami belum mendapatkan SK mengenai hal tersebut. Kami sudah menemui pihak jurusan tetapi, kami dipingpong sehingga cukup sulit untuk mendapatkan SK tersebut. Akan tetapi, jurusan menjanjikan untuk memberikan salinan SK pada HMJ,” ujar Dede, Ketua Umum MKS saat ditemui di depan gedung Fakultas Syariah dan Hukum, Kamis (20/5).

Hal yang berbeda diungkapkan Maulida Citadyana. Mahasiswa Jurusan D3 MKS semester IV ini mengungkapkan kekecewaannya. “Jujur aja sih, buat anak MKS angkatan ke-V tahun 2008 sangat kecewa. Sempat ada kabar nantinya kita bisa ngelanjutin eksistensinya ke S1 MKS, atau kalau ke jurusan Muamalah, tapi ternyata setelah itu belum ada kebijakan buat itu. Jadi dengan diadakannya S1, kesannya kita seakan menjadi kelinci percobaan, tapi mungkin kedepannya mudah-mudahan dari pihak rektorat, fakultas maupun dari jurusan prodi D3 MKS memperjuangkan kita.”

Dengan munculnya wacana S1, mahasiswa D3 MKS mempertanyakan kepada orang-orang terkait mengenai hal ini, akan kelanjutan nasibnya. Mau dibawa kemana D3 MKS? “Nggak tau juga sih, soalnya kita pengen lihat kurikulum S1 MKS tuh kayak apa? Apakah ada mata kuliah kita atau nggak? Ada mata kuliah yang kurang? Kalaupun kita nggak bisa nerusin ke S1 mungkin angkatan-angkatan adik-adik kelas kita yang 2010 kesini bisa jauh lebih baik dari kita,” tambah Maulida.

Menindaklanjuti masalah tersebut, Dede selaku Ketum MKS akan melakukan audiensi. “HMJ tetap memprioritaskan untuk audiensi karena menurut kami ini adalah jalan yang terbaik.”

Perihal mengenai kejelasan Surat Keputusan (SK), Iqbal menuturkan, “Sebetulnya kami sudah meminta SK perihal S1 tersebut kepada pihak jurusan, tetapi oleh pihak jurusan diarahkan pada fakultas dari fakultas diarahkan pada rektorat begitu sebaliknya. Sehingga, tidak ada kejelasan mengenai SK tersebut bagi mahasiswa MKS D3 apakah dapat melanjutkan ke S1 atau tidak”. Dia juga menambahkan, pihaknya lebih memprioritaskan untuk melakukan audiensi dengan jurusan untuk menindaklanjuti kejelasan D3.  Jika langkah ini gagal, maka hal terakhir yang akan dilakukan adalah melakukan aksi.

Terkait nasib D3 sendiri, Ketua jurusan MKS Hasan Ridwan mengatakan persoalan itu adalah kewenangan dan kebijakan pimpinan. “Tapi saya rasa nasib D3 baik-baik saja. Soal apakah bisa melanjutkan ke S1 atau tidak, itu bukanlah masalah. Kalau mahasiswa mau melanjutkan, itu kan bisa dilanjutkan di tempat lain,” jelasnya. []Riza, Tri, Agus/Suaka

Share post:

Popular

Berita Terkait

Pengumuman Kelulusan Anggota Muda LPM Suaka Tahun 2026

Berikut nama-nama yang lulus menjadi anggota LPM Suaka tahun...

Panggung Kata dalam Balutan Seni Sastra

SUAKAONLINE.COM - Teater Awal Bandung menyelenggarakan lomba membaca puisi...

Ujian Keseimbangan Dosen di UIN Bandung Belum Selesai

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Pertumbuhan jumlah mahasiswa di Indonesia terus...

Saksi Jejak Perjuangan dalam Meramu Kertas Usang

SUAKAONLINE.COM – Teriknya matahari dan padatnya lalu lintas  di...