Ujian Keseimbangan Dosen di UIN Bandung Belum Selesai

Date:

- Advertisement -

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Pertumbuhan jumlah mahasiswa di Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam enam tahun terakhir. Peningkatan ini sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, khususnya dalam peningkatan partisipasi pendidikan tinggi. UIN Bandung pun turut merasakan lonjakan tersebut.

Pada 2025, tercatat sebanyak 7.310 mahasiswa baru diterima di UIN SGD Bandung. Selain itu, dibukanya sejumlah program studi baru seperti Manajemen Industri Halal dan Teknik Lingkungan diperkirakan akan semakin meningkatkan jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang.

Meski pertumbuhan ini positif, kampus perlu menyeimbangkan jumlah mahasiswa dengan ketersediaan dosen dan tenaga pendidik. Berdasarkan rekomendasi Kemendiktiristek tahun 2015, rasio ideal dosen–mahasiswa adalah 1:20 untuk bidang eksakta dan 1:30 untuk bidang sosial. Rasio tersebut bertujuan menjaga beban mengajar agar dosen dapat memberikan pembelajaran yang optimal.

Berdasarkan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi menunjukkan beberapa jurusan di UIN Bandung masih jauh dari rasio ideal. Contohnya, jurusan pendidikan bahasa Inggris memiliki rasio sebesar 1:104,75. Artinya, setiap satu dosen menanggung beban mengajar lebih dari seratus mahasiswa. Kondisi ini tentu memberatkan dosen sekaligus mengurangi kualitas pembelajaran yang diterima mahasiswa.

Jika dosen dan tenaga pendidik tidak bertambah, bisa jadi rasio dosen dan mahasiswa akan jomplang. Untuk itu, kampus menggelar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk posisi dosen dan tenaga pendidik dengan kuota permintaan sebesar 145 orang. Seleksi ini menghasilkan 131 dosen dan tenaga pendidik baru.

Peningkatan jumlah dosen dan tenaga pendidik ini juga merupakan upaya kampus dalam menjalankan Rencana Strategis 2024—2029. Salah satu isu strategisnya adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan dan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi mahasiswa dan staf akademik.

Kendati demikian, peningkatan kuantitas dosen saja tidak cukup. Kampus juga menekankan aspek kualitas dengan mendorong pengembangan profesional melalui pelatihan berkelanjutan dan kesempatan peningkatan kompetensi. Dengan demikian, dosen baru tidak hanya menjadi penyeimbang rasio mahasiswa, tetapi juga mampu berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan di UIN SGD Bandung sesuai arah Renstra.

Peneliti: Rafif Asya Andhika/Suaka

Redaktur: Sabrina Nurbalqis/Suaka

Sumber: jdih.kemdikbud.go.id, uinsgd.ac.id, fisip.uinsgd.ac.id, dan pddikti.kemdiktisaintek.go.id,

Share post:

Popular

Berita Terkait

Kecenderungan Menyalahkan Korban Pada Kasus Femisida

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Kasus femisida di Indonesia kian meningkat...

Pengumuman Kelulusan Anggota Muda LPM Suaka Tahun 2026

Berikut nama-nama yang lulus menjadi anggota LPM Suaka tahun...

10 Bulan Molor, Mempertanyakan Marwah Ormawa Universitas

SUAKAONLINE.COM, Infografis – 1 tahun 10 bulan berlalu sejak...

Mengusung Paslon Tunggal, Apakah Musma U Kembali Dilaksanakan dengan Aklamasi?

SUAKAONLINE.COM, Infografis - Kamis, 18 Juni 2026, verifikasi calon...