Desak Anies di Bandung, Bicara Tanggung Jawab Negara dan Anak Muda

Date:

- Advertisement -
Calon Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, menghadiri undangan agenda pemuda Bandung bertajuk “Desak Anies” di 150 Coffee and Garden, Cicaheum, Kota Bandung, Rabu (29/11/2023). (Foto: Ninda Nur Aidah/Suaka).

SUAKAONLINE.COM – Calon Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Rasyid Baswedan memenuhi undangan anak muda Bandung dengan tajuk “Desak Anies” di 150 Caffe and Garden, Cicaheum, Kota Bandung, Rabu (29/11/2023). Dalam pertemuan itu Anies mengemukakan pandangannya mengenai tanggung jawab negara terhadap masalah antar generasi.

Anies mengatakan, negara seharusnya mampu hadir untuk menyikapi persoalan anak muda yang mengalami sandwich generation. Generasi sandwich adalah mereka yang memiliki peran ganda dalam urusan keuangan karena harus menanggung biaya tiga generasi, yaitu orang tua, anaknya, dan dirinya sendiri. “Negara harus hadir karena dalam kenyataannya kita memiliki tanggung jawab intergenerasi,” tegas Anis, Rabu (29/11/2023).

Ia juga menyebutkan bahwa  sandwich generation terjadi karena tidak adanya jaminan akhir tua seperti kesehatan dari negara. Seperti kehadiran fasilitas jaminan kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), terutama terhadap golongan lanjut usia.

Berkaca dari pengalamannya sewaktu menjabat Gubernur DKI Jakarta, ia memaparkan ada langkah efektif dalam menyikapi persoalan kaum muda mengenai jaminan kesehatan di masa tua. Anies menyebut data Ada 27 persen penduduk yang tidak memiliki jaminan BPJS. “27 persen itu 3 juta orang dan juta orang ini adalah yang paling bawah, paling miskin, mereka tidak punya jaminan pekerjaan,” tambah Anies.

Kemudian berbicara langkah yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta masa Anies yaitu dengan mengalokasikan anggaran mencapai 1,3 Triliun, sehingga seluruh masyarakat mendapatkan jaminan, termasuk orang tua, sehingga ada ketenangan dalam membiayai anak-anaknya. “Lalu generasi bawahnya merasakan kelonnggaran sehingga tidak mengalami tekanan yang biasa disebut Sandwich Generation,” jelasnya.

Dalam acara Desak Anies yang dihadiri kaum muda Kota Bandung itu, Anies berbicara juga mengenai akses pembiayan kuliah, akses untuk pembiayaan perumahan, pembiayaan kontrak, kredit-kredit sudah dibuat mudah di daerah Pemprov DKI Jakarta karena sebelumnya di daerah Jakarta sangat sulit mendapatkan rumah yang layak karena biaya yang tidak cukup untuk membeli rumah ayak, lapangan pekerjaan yang sulit.

Di sisi lain, para anak muda menyingung persoalan kebebasan berekspresi di negara Indonesia, represivitas aparat hingga penurunan kepercayaan publik terhadap instansi hukum pemerintah Indonesia. Anies menanggapi untuk selalu menjaga kebebasan berpendapat, kebebasan berdialog, berdiskusi tanpa adanya rasa takut ketika mengungkapkan sesuatu. “Jangan sampai ada rasa takut mengungkapkan pendapat di negeri ini, ini negeri merdeka, yang tidak boleh ada rasa takut,” tegas Anis.

Aturan-aturan hari inilah yang membuat orang takut untuk mengatakan apa yang sesungguhnya. Menurut Anies jika selama menyebut Indonesia masih menggunakan istilah “Konoha” dan “Wakanda”, maka kebebasan dialog kita masih rendah, “Dengan adanya rasa merdeka maka kita akan punya kecerdasan dalam berdialog,” katanya.

Salah satu penanya, Anindya mempersoalkan tentang pembangunan ibu kota baru yang sedang digarap oleh presiden Jokowi. Ia menyinggung keberlanjutan dan penyelesaian ketimpangan di Kalimantan. Menurutnya jika ibu kota baru dibatalkan, maka tidak akan membereskan permasalahan ketimpangan mengingat banyaknya ketidakmerataan pembangunan.

Menyikapi pembangunan di Pulau Kalimantan, khususnya proyek Ibu Kota Negara (IKN), menurut Anies bahwa penyelesaian ketimpangan pembanungan tidak hanya diselesaikan di satu lokasi saja dan perlu pemerataan di lokasi yang timpang lainnya yang membutuhkan. “Ketika kita mengalokasikan uang begitu besar di satu tempat maka ada tempat lain yang sesungguhnya membutuhkan jadi tidak dapat,” jelas Anies.

Reporter: Ninda Nur Aidah/Suaka

Redaktur: Mohamad Akmal Albari/Suaka

Share post:

Popular

Berita Terkait

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...

Desak Evaluasi Program Prabowo-Gibran, Mahasiswa Gaungkan “Merebut Kemerdekaan”

SUAKAONLINE.COM – Serikat Mahasiswa Jawa Barat Bergerak (SMJBB) menggelar...

Sidang Kedua Tahanan Aksi May Day 2026, Saksi Tak Ketahui Pelaku Pembakaran Pos Polisi

SUAKAONLINE.COM — Sidang kedua sembilan tahanan aksi May Day...

Sidang Perdana Sepuluh Terdakwa Aksi May Day 2026 Digelar, JPU Uraikan Dakwaan dan Ancaman Pidana Tujuh Tahun

SUAKAONLINE.COM — Sidang perdana sepuluh tahanan aksi May Day...