E paper

Date:

- Advertisement -
Rektor uin sunan gunung djati bandung, Rosihon anwar tidur dikantor

SUAKAONLINE.COM –  Jaringan Advokasi Jawa Barat (JAJ) Youth melaksanakan kampanye untuk memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, dengan tema ‘Lindungi Semua, Penuhi Hak Korban, Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan’. Bertempat di Fakultas Ushuluddin Kampus 2 UIN Bandung, Kamis (5/12/2024). Menariknya, pada acara kali ini JAJ Youth menghadirkan ulama perempuan dari berbagai agama untuk memberikan pandangan terkait kekerasan seksual dari setiap agama.

‘Kita Juga pengen nih lihat dari agama lain itu seperti apa. Apakah Kristen juga patriarki, apakah si Buddha juga patriarki, gitu kan, atau teman di penghayat itu juga patriarki. Tapi kan kita juga pengen melihat dan ternyata memang dari hasil diskusi tadi, mau sejenis apa apapun agamanya, patriarki tetap ada. Dan juga banyak juga ayat-ayat di kitab masing-masing mungkinnya Yang mengagungkan patriarki itu’ ujar koordinasi acara, Sri Wahyuni kepada Suaka, Kamis, (5/12/2024).

Nama kegiatan tersebut yaitu pasar gagasan perempuan lintas agama, yang kerap dihadiri oleh ulama perempuan dari 4 agama sekaligus, yaitu agama Islam, Kristen, Buddha, Penghayat Kepercayaan. Selain itu pada saat kegiatan tersebut berlangsung salah satu peserta mengatakan, bahwa setiap agama manapun mendukung adanya penghapusan terhadap kekerasan seksual dengan caranya masing-masing.

‘Mereka itu mendukung penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Meskipun pendekatan dan caranya, terminologinya itu beda-beda gitu. Tapi yang pasti intinya itu kayak kasih sayang, keadilan gitu yah, dan penghormatan terhadap manusia itu menjadi landasan teologi untuk menolak kekerasan yang memang berbasis gender. Salah satu caranya yaitu adanya kampanye kemarin, kayak gitu’. Ungkap peserta Iqrimatunnaya, saat diwawancara Sabtu, (7/12/2024).

Pemuka agama Budha yang menyampaikan bahwa mereka menentang keras terhadap adanya kekerasan seksual pada perempuan yang kerap terjadi di masa lalu. Untuk ajaran agama buddha, mereka mempunyai cara tersendiri untuk mencegah faktor awal timbul percikan kekerasan seksual, dan ajaran yang mereka lakukan sama seperti ajaran di agama Islam.

‘Kalau bersentuhan itu memang dari awal sudah ada peraturan laki-laki dan perempuan, bhikku dan bhikkhuni tidak boleh disentuh oleh laki-laki, apakah itu bhikku ataupun rumah laki-laki, tidak boleh. Kalau bhikku juga tidak boleh disentuh oleh bhikkuni ataupun rumah perempuan. Jadi dengan peraturan-peraturan itu sebenarnya mencegah celah untuk terjadinya pelecehan seksual. Terus juga tidak boleh berada berdua di tempat sepi dengan lawan jenis itu’. jelas Bhikkuni, Vijayanti saat diwawancara pada Kamis, (5/12/2024).

Pelaksanaan acara yang diselanggarakan oleh JAJ Youth bertujuan untuk menimbulkan kepedulian kepada semua orang terhadap issue kekerasan seksual juga berupaya untuk melindungi juga kepada korban. Selain itu kampanye ini dilakukan untuk meningatkan kepedulian terhadap keberagaman dari gender equality, supaya tidak membedakan terhadap gender tertentu.

Selain adanya pasar gagasan perempuan lintas agama yang membahas terkait diskusi keperempuanan, rangkaian yang lainnya pada acara yang dilaksanakan oleh JAJ Youth yaitu terdapat kegiatan penampilan pantonim, kriya manik-manik, penampilan tari tarawangsa, orasi, pojok konseling, melukis, HKSR.

Sri selaku koordinasi acara berharap dengan adanya kegiatan ini kedepannya semua orang lebih punya rasa kepedulian terhadap kekerasan pada perempuan dan tidak melakukan kekerasan berbasis gender. Selanjutnya ia berharap perempuan manapun tidak mengalami lagi catcalling, dan juga ketika melihat seorang perempuan tidak memakai kerudung, tidak menjadi pusat sorotan.

Reporter : Annisa Nur Hanifah/Suaka

Previous article
Next article

Share post:

Popular

Berita Terkait

UIN Bandung Lepas 1.500 Wisudawan pada Wisuda ke-109, FSH Kembali Raih Adhi Jati Utama

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung menggelar Wisuda ke-109 dengan...

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...

Terhalang UKT, Mahasiswa Baru Menanti Keringanan di Ambang Pengunduran Diri

SUAKAONLINE.COM - Di tengah banyaknya mahasiswa baru yang sudah...

Mahasiswa Baru PBAK 2026 Berceceran, Kurangnya Pengawasan dan Fasilitas Kampus

SUAKAONLINE.COM - Sebanyak 7.503 mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Budaya...