
SUAKAONLINE.COM, Infografis – Word Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa setiap tahun terdapat 1,4 juta kasus penderita Hepatitis. Hal ini tentu menjadi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan oleh berbagai pihak, ditambah lagi hepatitis merupakan penyakit menular yang penularannya cukup mudah. Penularan hepatitis dapat melalui berbagai celah, seperti lewat darah, air liur bahkan melalui luka terbuka pada kulit.
Dilansir dari laman Alodokter.com, hepatitis merupakan penyakit yang ditandai dengan terjadinya peradangan pada organ hati atau liver. Penyebab dari hepatitis ini cukup beragam, dari mulai inveksi virus, kebiasaan mengkonsumsi alkohol, infeksi cacing hati, penyakit autoimun dan sebagainya.
Dalam perkembangnya, ditemukan varian atau jenis hepatitis baru yang dikenal dengan sebutan hepatitis akut misterius. Hepatitis akut misterius tersebut merupakan hepatitis atau infeksi hati yang belum diketahui penyebabnya. Hingga saat ini, adanya kasus hepatitis akut misterius masih dalam dalam hipotesis, sehingga tidak masuk dalam jenis hepatitis apapun. Kelima tipe virus hepatitis yaitu tipe A, B, C, D dan E tidak terdeteksi pada penyakit hepatitis akut misterius ini.
Sejauh ini hepatitis akut misterius diduga disebabkan oleh virus adenovirus tipe 41F. Virus ini merupakan virus yang umum, namun biasanya jenis virus ini tidak menyebabkan penyakit atau hanya memicu gejala ringan, sehingga sejauh ini pun ilmuwan belum dapat memastikan sumber dari virus hepatitis ini.
Hepatitis akut misterius ini kerap diderita oleh anak-anak atau rentan usia 1 sampai 16 tahun. Hampir 230 anak dari 20 negara di dunia yang terkena hepatitis misterius ini, di Indonesia sendiri terdapat 3 anak yang meninggal dunia akibat penyakit ini. Dalam rentang waktu per-24 Juni 2022, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mendata dugaan kasus hepatitis akut misterius ini mencapai 16 pasien.
Meskipun begitu, hepatitis akut misterius ini dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat seperti rutin mencuci tangan dengan sabun, hindarai kontak langsung dengan orang sakit, tidak memakai alat makan orang lain dan sebagainya. Selain itu meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal hepatitis, seperti mual, diare, sakit perut serta demam ringan, dapat di mulai juga dari rutinitas sehari-hari.
Peneliti : Salsabyla Farihati/ Suaka
Sumber : Berbagai Sumber

