Operasi Para Penjudi: Sebuah Kritik Terhadap Perjudian dalam Balutan Seni Teater

Date:

- Advertisement -
Para konglomerat dan penjudi ulung tengah berjudi dalam pementasan teater “Operasi Para Penjudi” di Gedung Abjan Soelaeman, Kampus 1 UIN SGD Bandung, Kota Bandung, Rabu (14/5/2025). (Foto: Mila Ismawati/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Awal Bandung menyelenggarakan studi panggung ke-37 bertajuk “Operasi Para Penjudi” di Gedung Abjan Soelaeman, kampus 1 UIN Bandung, Rabu (14/5/2025). Berlatar belakang di Kalibata, Bali, pementasan ini mengandung kritik terhadap perjudian yang semakin marak di Indonesia.

Studi panggung kali ini secara umum mengusung tema berdasarkan siasat-siasat yang pada dasarnya merupakan tipu muslihat yang terjadi diantara manusia, ketamakan, kejahatan-kejahatan yang terencana, ataupun kejahatan sistemik yang kemudian dilekatkan pada kasus-kasus yang sedang marak di Indonesia. Sehingga Teater Awal memilih isu Judi dalam pementasan teater kali ini.

Mengangkat kisah seorang penjudi yang tertipu dengan penjudi-penjudi lain, naskah Operasi Para Penjudi ini merupakan naskah yang sudah diadaptasi oleh Ilyas Mate (nama sanggar) dari  karya seni teater klasik Nikolai Gogol, yang sudah di adaptasi kembali pula oleh Rahman Sabur.

Pementasan Operasi Para Penjudi, menceritakan rencana seorang penjudi ulung bernama Juan Pedro yang ingin menipu lawannya. Namun, dibalik taktik yang sudah disusun dengan rapi para lawan pun juga sedang bekerja sama merencanakan penipuan yang tak kalah hebatnya. Sehingga niat awalnya yang ingin merampas harta lawan di atas meja judi, malah berujung dengan hartanya yang dikikis habis.

Dibalik pesan-pesan mengenai dampak buruk dari judi, pementasan ini juga menyiratkan kritik terhadap kebiasaan mengundur waktu pada proses administrasi yang terjadi di Indonesia. “Ini Indonesia tuan, dua minggu itu dua bulan, dua bulan itu dua tahun,” ucap Paimin, ketika diminta oleh para penjudi untuk mencairkan uang 2 Miliar hasil menipu Wan Antum.

Kutipan dari  Paimin dijelaskan oleh sutradara bahwa, di Indonesia meskipun tidak semua yang melakukannya, tapi aktivitas mengundur waktu itu banyak dilakukan pada beberapa kebijakan oleh legasi-legasi elit politik. Pada dasarnya sampai hari ini dari beberapa aturan hingga kebijakan-kebijakan semuanya menjadi seperti itu.

“Ada yang melamban, ada yang cepat, ada yang tiba-tiba cepat, ada yang tiba-tiba diberhentikan, ada yang tiba-tiba dihapuskan, seolah-olah masyarakat tidak tahu,” ucap Sutradara, Ilyas Mate pada Rabu (14/05/2025).

Sutradara menyajikan pertunjukkan ini dengan mencoba menghubungkan sebuah karya estetik menjadi sebuah pesan kritik. Urgensinya agar para penonton bisa menikmati dan memahami cerita dari awal hingga akhir serta mampu menghubungkan terkait bagaimana alur cerita dengan keadaan hari ini.

Salah satu penonton, Sifa menceritakan pesan yang dapat ia ambil saat ia menikmati pertunjukan. Menurutnya, pertunjukan yang ditampilkan menjadi pengingat agar terhindar dari perjudian serta penipuan. “Adegan yang paling berkesan itu waktu di akhir-akhir sih, ketika dia mau menipu ternyata dia yang ditipu orang,” ucap Sifa pada Suaka.

 

Reporter: Risalatul Hasanah/Suaka

Redaktur: Mujahidah Aqilah/Suaka

Share post:

Popular

Berita Terkait

UIN Bandung Lepas 1.500 Wisudawan pada Wisuda ke-109, FSH Kembali Raih Adhi Jati Utama

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung menggelar Wisuda ke-109 dengan...

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...

Terhalang UKT, Mahasiswa Baru Menanti Keringanan di Ambang Pengunduran Diri

SUAKAONLINE.COM - Di tengah banyaknya mahasiswa baru yang sudah...

Mahasiswa Baru PBAK 2026 Berceceran, Kurangnya Pengawasan dan Fasilitas Kampus

SUAKAONLINE.COM - Sebanyak 7.503 mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Budaya...