
SUAKAONLINE.COM – Prinsip transparansi dalam jalannya proses Musyawarah Tinggi dan Musyawarah Mahasiswa Universitas (Musti dan Musma U) akan terus dipegang oleh panitia KPUM dan BawasluM. Hal tersebut disampaikan Ketua KPUM, Muhammad Hafidz Aslam, saat Suaka mengunjungi Sekretariat Dema U pada Selasa (16/6/2026) yang bertepatan dengan pelaksanaan sesi wawancara calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa, serta calon pengurus Sema U.
Sore itu, pembicaraan langsung mengarah pada jumlah pendaftar bersama salah satu panitia KPUM bidang Hukum dan Pengawasan, Gaga Al Farghana Aisy. “Untuk per hari ini, di sore hari (sekitar pukul 17.10 WIB), sudah ada 17 pendaftar, termasuk pendaftar Presma dan wakilnya,” ungkap Gaga yang akrab disapa Alfa itu, Selasa (16/6/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perwakilan dari sembilan fakultas telah mendaftar sebagai calon anggota Sema U. Namun, jumlah tersebut belum mencapai rasio pencalonan anggota Sema yang telah ditetapkan, yakni 1:1000, artinya setiap 1.000 mahasiswa di tiap fakultas diwakili oleh satu orang calon. Melihat kondisi tersebut, kata Alfa, pendaftaran calon anggota Sema U diperpanjang beriringan dengan sesi wawancara.
Proses pendaftaran bakal calon tak lepas dari berbagai hal di luar kendali panitia KPUM dan BawasluM. “Salah satunya terjadi pada masa pendaftaran tanggal 13-14 Juni yang mencatat nol pendaftar. Karena itu, masa pendaftaran akhirnya diperpanjang hingga 15 Juni,” jelas Hafidz saat ditemui Suaka, Minggu (14/6/2026). Menurut Hafidz, tak adanya pendaftar pada tanggal tersebut disebabkan waktu pendaftaran yang bertepatan dengan hari libur, serta masih adanya mahasiswa yang ingin mencalonkan diri namun berkas persyaratannya belum lengkap.
Bersama dengan Hafidz, Alfa menguraikan lebih rinci sejumlah berkas yang harus dipersiapkan calon pendaftar, salah satunya grand design. Menurutnya, grand design merupakan kompas gerak yang akan menjadi arah langkah ke depan sehingga penyusunannya membutuhkan waktu. Selain itu, terkendala oleh surat rekomendasi dari Wakil Rektor III (Warek III).
“Mungkin karena faktor kesibukan Warek III, jadi beberapa calon belum mengumpulkan surat rekomendasi. Namun, pada 17 Juni nanti, panitia pengarah dari Sema U bersama panitia KPUM dan BawasluM akan langsung datang ke Warek III untuk meminta surat rekomendasi bagi para calon,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan hal-hal yang akan dilakukan kedepannya sesuai dengan timeline, seperti calon presma beserta wakilnya akan diumumkan setelah masa verifikasi, yakni pada tanggal 18 Juni. Ia menambahkan, verifikasi dilakukan panitia KPUM yang dibersamai BawasluM juga panitia pengarah dari Sema U dengan melakukan pemeriksaan kembali berkas-berkas pendaftar dengan transparan.
“Setelah proses verifikasi, akan dilakukan kampanye tiap pencalon yang akan memaparkan grand design-nya di tanggal 19-21 Juni. Kemudian masa tenang, tanggal 23 pelaksanaan Musti yang rencananya bertempat di kampus 1, dan Musma di kampus 2 dengan dilakukannya uji publik sebelum itu,” jelas Alfa bersamaan dengan terbenamnya matahari, di Selasa itu.
Perihal proses wawancara, Alfa menjelaskan bahwa pelaksanaannya diserahkan kembali kepada kesiapan masing-masing calon pendaftar dengan rentang waktu pelaksanaan selama dua hari. Namun, lanjutnya, panitia KPUM dan BawasluM tetap tegas bahwa wawancara dilaksanakan sesuai dengan tenggat yang telah ditentukan.
Pada Rabu (17/6/2026), pukul 08.37 WIB, melalui pesan WhatsApp, Alfa menyampaikan bahwa jumlah calon yang telah mengikuti wawancara pada hari pertama belum dapat diinformasikan, dikarenakan untuk menjaga nama baik calon yang belum memasuki tahap verifikasi. Keterangan tersebut disampaikan saat Suaka meminta data mengenai jumlah peserta yang telah menjalani proses wawancara.
Alfa juga turut menyampaikan harapannya kepada mahasiswa UIN SGD Bandung agar terus mengawal seluruh proses Musti-Musma U dengan riang gembira. “Karena pada akhirnya, Dema U bukan milik satu atau dua orang, bukan satu dua organisasi, tetapi milik kita bersama. Mudah-mudahan kawan-kawan semua bisa tetap menjadi mahasiswa yang capable dalam melihat situasi politik kita, karena ini miniatur bernegara, maka kita wujudkanlah negara yang sebaiknya seperti apa,” harapnya.
Reporter: Zahra Zakkiyah/Suaka
Redaktur: Mujahidah Aqilah/Suaka

