Pengungsi Rohingya Mencari Suaka sebab Dipersekusi Negeri Sendiri

Date:

- Advertisement -

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Keputusasaan pengungsi Rohingya dalam mencari suaka telah dirasakan selama bertahun-tahun. Penyebaran pengungsi tidak hanya sampai Bangladesh sebagai negara tetangga saja, tetapi juga terombang-ambing hingga mencapai dataran Indonesia. Pada Maret lalu, ditemukan 50 orang pengungsi Rohingya  meninggal dunia di Kabupaten Aceh Barat akibat kapal yang dinaikinya terbalik.

Pada dasarnya, etnis Rohingya merupakan etnis asli dari Tanah Burma yang telah lama mendiami wilayah Arakan, Myanmar.Pada masa awal kemerdekaan Myanmar, Jenderal Aung San masih mengakui keberadaan Rohingya sebagai warga negara Myanmar. Semenjak terjadi pergolakkan politik pada tahun 1982, terbit UU Kewarganegaraan yang menjadikan posisi etnis ini semakin terpojok.

Puncaknya, tahun 2011 Presiden Myanmar, Thein Sein menyatakan etnis Rohingya bukanlah bangsa Myanmar dan dianggap imigran gelap dari Bangladesh. Presiden kala itu menginginkan agar etnis tersebut ditampung oleh PBB atau negara ketiga. Akibat dari pernyataan tersebut  eskalasi konflik semakin meningkat. Melansir dari Al-Jazeera, setidaknya 5000 lebih bangunan hancur serta sekitar 70 orang termasuk 28 anak terbunuh.

Khawatir akan keselamatan nyawa, masyarakat Rohingya berupaya mencari suaka ke luar negeri baik melalui jalur laut maupun darat. Berbagai cara dilakukan termasuk penyelendupan manusia agar mereka segera keluar dari Myanmar. 

Tindakan represi ini semakin meningkat pada tahun 2017. Melansir dari Deutsche Welle,  militer Myanmar menggelar operasi ke desa-desa Rohingya dengan dalih mengusir para pemberontak, yang dimaksudkan kepada Etnis Rohingya. Peristiwa ini menewaskan setidaknya 1000 orang yang sebagian besar adalah warga sipil. 

Kejadian ini menjadikan warga Rohingya membanjiri wilayah Bangladesh. Diperkirakan mencapai 120.000 warga memadati kamp pengungsian. Sebelumnya, 200.000 pengungsi telah memadati kamp tersebut akibat eskalasi konflik sebelumnya.

Pada 10 Agustus 2022, dua pemimpin komunitas Rohingya ditembak mati di salah kamp pengungsian Bangladesh. Menurut sumber Rohingya, dalang dibalik kejadian tersbut adalah kelompok ARSA (Arakan Rohingya Salvation Army). Kelompok ini juga melakukan perdagangan narkoba ilegal, serta menyebarkan ketakutan ditengah-tengah kamp pengungsian.

Menurut Human Rights Watch, telah mendokumentasikan 26 kasus kekerasan yang terjadi di kamp pengungsian Bangladesh. Acuhnya pemerintah serta ancaman kelompok kriminal di dalam kamp pengungsian menjadikan warga Rohingya terancam kelangsungan hidupnya. Kapasitas kamp pengungsian pun kian membeludak membuat beberapa pengungsi kembali kabur dan mencari suaka ke negera lain.

Rasa tidak aman membuat warga Rohingya berupaya menerjang lautan, bahkan terlibat pada sindikat perdagangan manusia hingga mencapai perairan Aceh dan Sumatera Utara. Kedatangan mereka pada mulanya dapat diterima oleh warga lokal. Namun ketika stigma negatif menyebar di sosial media, membuat beberapa kapal yang berhasil berlabuh, pada saat di daratan ditolak oleh masyarakat setempat.

Sederet alasan yang merebak seperti Rohingya akan merebut tanah Aceh, jorok, membuang makanan, hingga menjadi beban negara. Respon yang diberikan  warga tersebut kemudian mengarah ke tindakan pengusiran terhadap pengungsi Rohingya. Tindakan tersebut menurut United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) menandakan telah memudarnya rasa kemanusiaan dibandingkan waktu-waktu sebelumnya.

Peneliti: Muhammad Dzaky/Magang

Redaktur: Ighna Karimah Nurnajah/Suaka

Sumber: aljazeera.com, hw.org, dw.com.

Share post:

Popular

Berita Terkait

Kecenderungan Menyalahkan Korban Pada Kasus Femisida

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Kasus femisida di Indonesia kian meningkat...

Pengumuman Kelulusan Anggota Muda LPM Suaka Tahun 2026

Berikut nama-nama yang lulus menjadi anggota LPM Suaka tahun...

10 Bulan Molor, Mempertanyakan Marwah Ormawa Universitas

SUAKAONLINE.COM, Infografis – 1 tahun 10 bulan berlalu sejak...

Mengusung Paslon Tunggal, Apakah Musma U Kembali Dilaksanakan dengan Aklamasi?

SUAKAONLINE.COM, Infografis - Kamis, 18 Juni 2026, verifikasi calon...