
SUAKAONLINE.COM — Perpustakaan UIN SGD Bandung belum juga diperbaiki semenjak bencana angin puting beliung yang dialami UIN SGD Bandung, Desember 2014 lalu. Menurut Kepala Bagian Umum, Fathujaman mengungkapkan, keterlambatan renovasi perpustakaan disebabkan belum adanya dana dari Kementrian Agama.
“Prosesnya tidak sederhana, kementrian tidak menganggarkan alokasi dana untuk kerusakan perpustakaan, sebab musibah siapa yang tahu,” ujar Fathujaman di ruang kerjanya, Rabu (4/2/2015). Ia juga mengatakan kerugian yang dialami oleh kampus ini diperkirakan mencapai 700 juta rupiah.
Bulan Februari ini, lanjut Fathujaman, UIN SGD Bandung akan melakukan lelang terhadap beberapa perusahaan, siapa yang menyanggupi dan terpilih presentasinya, maka perusahaan itu yang akan dipilih oleh pihak UIN SGD Bandung.
“Waktunya juga tidak sebentar, kisaran satu bulan, jadi kalau lelang dilangsungkan bulan ini, maka proses perbaikan akan dilaksanakan bulan Maret,” ungkapnya.
Perusahaan yang bertanggung jawab tersebut nantinya akan menyediakan jasa pegawai, arsitektur, perlengkapan bangunan dan lain sebagainya, sesuai yang dibutuhkan saat renovasi perpustakaan.
Reporter : Isthiqonita
Redaktur : Robby Darmawan

