Prabu Revolusi: Bersahabat dengan Ketegangan

Date:

- Advertisement -
(Kiri) Host My Trip My Adventure Marshall Sastra dan Executif Producer MTMA Yessy Yani Agus berbagi pengalamannya tentang dunia broadcasting dalam Seminar Broadcasting di Aula Anwar Mussadad UIN SGD Bandung, Selasa (3/10/2016). Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Suaka yang bekerja sama dengan Trans Tv dan CNN Indonesia. (Suaka/Elya Rhafsanzani)
News Anchor CNN Indonesia Prabu Revolusi saat menyampaikan materi public speaking dalam Seminar Broadcasting di Aula Anwar Mussadad UIN SGD Bandung, Selasa (3/10/2016). Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Suaka yang bekerja sama dengan Trans Tv dan CNN Indonesia. (Suaka/Elya Rhafsanzani)

 

SUAKAONLINE.COM,- Berbagai permasalahan mental yang dihadapi seorang public speaker, seperti ketakutan, ketidakpercayaan diri dan paling sering terjadi adalah ketegangan. Hal itu tentu mengganggu ketika berbicara di depan umum. Bagi orang yang tidak terbiasa berbicara dimuka umum, membutuhkan keberanian yang besar saat memulai kata pertamanya.

Mengasah kemampuan berbicara di hadapan khalayak bukan hal yang mudah. Kontrol terhadap mental menentukan 70 persen keberhasilan menjadi humas. Saat ini, ruang mencari profesi di bidang komunikasi sangat terbuka luas. Bekal menjadi seorang pembicara yang kompeten, salah satunya mampu menguasai impressive speech. Dengan demikian, pendengar dapat menyimak dengan nyaman.

Hal tersebut diungkapkan News Anchor CNN Indonesia, Prabu Relovusi saat berbagi pengalamannya dalam Seminar Broadcast, Senin (3/10/2016) di Aula Anwar Musaddad. Perjalanan karir Prabu tidak semudah yang dilihat publik saat ini. Jatuh bangun yang dihadapi Prabu hingga kini, ia mampu mengontrol ketakutannya menjadi energi lebih. Energi tersebut ia terapkan ke dalam skill andalannya yakni impressive speech dalam merintis karir.

“All great speakers were bad speakers at first. I try to self my give one,” katanya.

Prabu mengaku dirinya belajar dari seorang jurnalis bagaimana seseorang harus bekerja di bawah berbagai tekanan saat bekerja, begitu pun yang terjadi kepada seorang public speaker Menjadi public speaker yang baik bukan mencegah ketegangan, namun harus lihai dalam mengatur ketegangan.

Dirinya menambahkan, ketegangan serta ketakutan saat berbicara merupakan perasaan abstrak yang timbul dan tak terelakan. Salah satu cara mengatasi ketegangan, seseorang dapat mencoba berjalan mendekati audiens saat berbicara. “Ketika ketegangan datang maka tersenyumlah, dan ketika takut datang maka bersyukurlah. Setiap individu mempunyai cara tersendiri untuk mengatur ketegangan,” tambah Prabu.

Menurutnya, seorang public speaker akan menjadi lebih baik jika mampu bersahabat dengan ketegangan. Banyak hal yang dilakukan untuk memberanikan diri saat berbicara di depan umum, seperti halnya melatih berbicara di depan kaca dengan membawa catatan kecil. Hal terpenting menurut Prabu, seorang public speaker harus mampu menenangkan diri sendiri.

Prabu merangkum empat karakter pembicara. Pertama dikenal sebagai analyzer yang pandai dalam menyampaikan informasi. Kedua harmonizer, di mana seseorang menjadi karakter yang menginspirasi. Ketiga entertainer yang bertumpu pada hiburan dan terakhir debater, berarti karakter pembicara yang selalu merasa benar.

Reporter : Awallina Ilmiakhanza

Redaktur: Ibnu Fauzi

Share post:

Popular

Berita Terkait

Tiga Tahun Thufanul Aqsa, Sejumlah Mahasiswa UIN Bandung Serukan Perjuangan Palestina

SUAKAONLINE.COM – Dalam mengembalikan kembali ingatan serta menggemakan perjuangan...

Mahasiswa Ushuluddin Gelar Aksi, Tuntut Tindak Lanjut Dugaan Pelecehan Seksual dan Pelanggaran Etika Akademik

SUAKAONLINE.COM – Kejadian berulang terkait dugaan pelecehan seksual dan...

UIN Bandung Lepas 1.500 Wisudawan pada Wisuda ke-109, FSH Kembali Raih Adhi Jati Utama

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung menggelar Wisuda ke-109 dengan...

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...