Ramadhan Tahun ini Omset Beduk Menurun

Date:

- Advertisement -
Beberapa bedug dipajang di Jalan Kiaraconding, Bandung, Penjualan bedug menurun saat Bulan Ramadhan. (Restia Aidila Joneva/SUAKA).
Beberapa bedug dipajang di Jalan Kiaraconding, Bandung, Penjualan bedug menurun saat Bulan Ramadhan. (Restia Aidila Joneva/SUAKA).

SUAKAONLINE.COM, Bandung – Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, ramadhan tahun ini omset permintaan beduk mengalami penurunan. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu penjual beduk Edi Rohmana. Pria yang telah 15 tahun menekuni usaha beduk ini  mengakui bahwa  penjualan Beduk tahun ini menurun drastis dibandingkan tahun lalu.

Jika biasanya Edi menerima permintaan beduk 20-30 buah, Ramadhan tahun ini Edi baru menjual 8 beduk. Menurut Edi berkurangnya permintaan beduk tahun ini dikarenakan sudah mulai kurang  kesadaran masyarakat pada alat tradisional saat bulan ramadhan. ” Kalau tahun kemarin mah suka habis. Sekarang menurun drastis bisa sampai 80%. Kalau sekarang kan masyarakat udah kurang kesadarannya akan alat tradisional,” ungkap Edi, ketika ditemui di kiosnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, pria yang membuka kios di daerah Kiaracondong ini mengatakan harga yang dipatok untuk setiap beduk beragam. Satu beduk yang dari drum kulit sapi dan kerbau dijual Edi seharga Rp700.000- Rp1.500.000 sedangkan beduk yang terbuat dari  kayu mahoni harganya bisa mencapai Rp4.000.000.

Untuk proses pembuatan Edi membutuhkan waktu selama tiga hari. Langkah awal harus membersihkan drum terlebih dahulu yang dibeli dari penjual seharga Rp200.000, lalu membuat ring di permukaan drum. Selanjutnya, mengeringkan kulit sapi atau kerbau dengan cara dijemur. Satu bulatan kulit sapi dibeli Edi seharga Rp400.000.

Edi mencoba memposting barang dagangannya di media sosial seperti beduk, gong, angklung,seruling, gendang dan lainnya untuk menarik pembeli. “Orang kan gak tau proses membuat beduk bagaimana, butuh tenaga dan pikiran. Sama dengan barang yang lainnya. Beduk juga ramainya di bulan Ramadhan, tapi sekarang malah menurun,” pungkas Edi.

Reporter: Restia Aidila Joneva

Redaktur: Robby Darmawan

Share post:

Popular

Berita Terkait

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...

Desak Evaluasi Program Prabowo-Gibran, Mahasiswa Gaungkan “Merebut Kemerdekaan”

SUAKAONLINE.COM – Serikat Mahasiswa Jawa Barat Bergerak (SMJBB) menggelar...

Sidang Kedua Tahanan Aksi May Day 2026, Saksi Tak Ketahui Pelaku Pembakaran Pos Polisi

SUAKAONLINE.COM — Sidang kedua sembilan tahanan aksi May Day...

Sidang Perdana Sepuluh Terdakwa Aksi May Day 2026 Digelar, JPU Uraikan Dakwaan dan Ancaman Pidana Tujuh Tahun

SUAKAONLINE.COM — Sidang perdana sepuluh tahanan aksi May Day...