
SUAKAONLINE.COM – Pilar Art Club menggelar pameran bagi anak-anak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2022 bertema ‘Childern’s Miracle’ di Thee Huis Gallery, Jalan Dago Selatan, Dago, Coblong, Kota bandung. Minggu (24/7/2022). Pameran diselenggarakan dari tanggal 23 hingga 30 Juli dengan workshop berbeda setiap harinya.
Pengelola dan inisator Pilar Art Club, Dzikri mengatakan pameran ini menunjukkan ekspresi anak yang tertuang dalam sebuah gambar sebagai keajaiban anak. Ia juga menjelaskan hari anak nasional baiknya diperingati dengan memfasilitasi anak dalam berkarya. “Memang hari yang dikhususkan untuk anak, baik itu untuk karya, ekspresi, main dan lain lain. Pokoknya spesial untuk anak anak,” tutur Dzikri, Minggu (24/7/2022).
Pameran dengan 50 lukisan dari 48 seniman anak-anak merupakan hasil anak-anak belajar menggambar selama 6 bulan yang menjadi final project Pilar Art Club. Dzikri menegaskan kalau gambar yang dibuat oleh anak-anak secara visualisasi terlihat corat-coret, namun hasil gambar layak diceritakan dan dipamerkan.
Demikian, selain pameran gambar anak-anak, juga diadakan workshop dengan berbagai pihak. Seperti workshop landscape Jawa Barat bersama Smilling West Java tadi. Dan workshop face painting, drawing, tie dye selama satu minggu gelaran pameran. Diakhir penutupan pameran, Dzikri menuturkan akan diadakan seminar tentang anak khusus orang tua.
“Di hari akhir penutupan pameran ada seminar mengenai peran seni rupa untuk tumbuh kembang anak dan terbuka untuk umum, khususnya untuk orang tua. pematerinya ada ahli bahasa rupa yaitu ibu Nuning dari ITB dan psikolog anak untuk menjelaskan perkembangan anak dan bahasa rupa,” jelasnya ketika diwawancarai.
Seorang pengunjung ibu beranak dua, Yuli mengatakan adanya pameran ini menjadi pembelajaran bagi anak-anak selain ruang ekspresi. Menurutnya, sebagai ibu berterima kasih kepada penyelenggara karena anak-anak dituntut agar lebih berkreasi disamping anak-anak sibuk bermain gadget.
Yuli, ibu dari Zulaikha dan Hanzo membiarkan anak-anaknya agar bebas dalam mengekspresikan tanpa terbatas dalam tema-tema tertentu. Disamping itu, ia menanggapi bahwa banyak anak-anak diluar sana yang memiliki keterbatasan finansial dan dieksploitasi untuk menecari nafkah, dimana si anak tidak benar-benar paham tentang uang.
Ia berharap agar peringatan hari anak nasional, pemerintah turut menangai permasalahan anak-anak di jalanan. “Saya harap pemeritah lebih perhatian mengenai masalah anak-anak jalanan yang kadang mereka dieksploitasi untuk mencari nafkah. Berharap pemerintah di tahun mendatang mereka bisia memfasilitasi rumah rurmah singgah yang memerlukan media. Kadang orang tua sendiri yang melarang mereka untuk terjun dalam Pendidikan,” tutupnya.
Reporter : Mohamad Akmal Albari dan Ade Ifda/Magang
Redaktur : Fitri Nur Hidayah/Suaka

