Sekolah Rakyat Cicalengka, Berjuang Menghentikan Putus Sekolah

Date:

- Advertisement -
Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Cicalengka di Kampung Rancabeulut Cicalengka Kabupaten Bandung , Rabu (8/3/2017). (Septian Setiawan/ Magang)

SUAKAONLINE.COM – Pendidikan adalah pilar peradaban suatu bangsa dan penunjang kajuan suatu negara tanpa mengesampingkan peran – peran yang lain.  Sayangnya lemahnya ekonomi dan kurangnya fasilitas pendidikan menjadi alasan utama putusnya sekolah. Masalah inilah yang ingin dituntaskan oleh Sekolah Rakyat Cicalengka.

Sekolah ini berdiri pada tahun 2008 atas inisiatif dari Yayasan Frekuensi, sebuah yayasan yang bergerak dibidang pendidikan, di bawah divisi pendidikan dan pengembangan yang diketuai oleh Agus Akmaludin. Tujuan awal pembangunan sekolah adalah untuk memberantas angka putus sekolah di daerah Rancabeulut Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung.

Akses transportasi yang masih minim dan ekonomi menjadikan anak–anak putus sekolah, didaerah tersebut tidak ada sekolah menengah pertama dan sekolah dasar hanya ada dua. Mereka harus pergi ke Kabupaten Sumedang atau harus pergi ke Cicalengka untuk meneruskan sekolah. Tentunya memerlukan biaya operasional yang tidak sedikit.

Menurut Kepala Sekolah Rakyat Cicalengka, Agus Akmaludin, Sekolah ini berawal dari bimbingan belajar di mushola dan rumah warga. Setelah itu mulailah membangun sekolah dari swadaya masyarakat. “Jadi saya itu membangun sekolah ini dari nol rupiah, mulai bangunan bilik sampai jadi bangunan permanen seperti sekarang, itu dari hasil patungan masyarakat sekitar maupun yang di luar karena memang tidak ada anggaran dari pemerintah untuk sekolah seperti kami,” terangnya, Minggu (5/3/2017).

Salah satu pengajar Sekolah Rakyat Cicalengka, Nurul Maria Sisilia mengatakan jika tenaga pengajarnya adalah relawan-relawan yang didominasi oleh mahasiswa. menurutnya hal itu menjadi tantangan tersendiri karena harus pandai mengatur jadwal kuliah, disamping itu panggilan hati yang utama. ” Mengajar disini adalah panggilan hati karena akses ke kota yang jauh dan kalo tidak mengajar disini mau siapa lagi yang menjemput mereka meraih pendidikan dan karena sebaik – baiknya manusia adalah manusia yang berguna,” ujarnya, Rabu (8/3/2017).

Para siswa sangat bersemangat untuk pergi ke sekolah, hal itu terbukti dari selalu datang ke sekolah jauh sebelum waktu sekolah dimulai. Bahkan untuk menuju sekolah, mereka ada yang melewati ladang palawija warga, bukit, dan hutan.

Selain mengadakan kegiatan belajar mengajar, sekolah ini mengadakan program parenting days yaitu sebuah agenda rutin bulanan yang dilaksanakan sebagai ajang silaturahim antara orang tua dan pihak sekolah. Isinya adalah diskusi mengenai segala hal tentang si anak dan kegiatan sekolah.

 

Reporter : Septian Setiawan/ Magang

Redaktur : Dadan M. Ridwan

Share post:

Popular

Berita Terkait

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...

Desak Evaluasi Program Prabowo-Gibran, Mahasiswa Gaungkan “Merebut Kemerdekaan”

SUAKAONLINE.COM – Serikat Mahasiswa Jawa Barat Bergerak (SMJBB) menggelar...

Sidang Kedua Tahanan Aksi May Day 2026, Saksi Tak Ketahui Pelaku Pembakaran Pos Polisi

SUAKAONLINE.COM — Sidang kedua sembilan tahanan aksi May Day...

Sidang Perdana Sepuluh Terdakwa Aksi May Day 2026 Digelar, JPU Uraikan Dakwaan dan Ancaman Pidana Tujuh Tahun

SUAKAONLINE.COM — Sidang perdana sepuluh tahanan aksi May Day...