
SUAKAONLINE.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Administrasi Publik UIN SGD Bandung dan Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Bandung menggelar Seminar Analisis Kebijakan Publik (SAKP) di Auditorium K.H. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Bandung, Selasa (6/6/2023). Seminar ini merupakan bentuk kegiatan memperingati ulang tahun Jurusan Administrasi Publik UIN Bandung ke-16.
Seminar yang di hadiri oleh 400 peserta ini mengangkat tema “Mengungkap Polemik Public Distrust Dalam Implementasi Kebijakan Publik, Siapa Yang Salah?”. Acara ini menghadirkan pengamat muda kebijakan publik sekaligus Founder Goresearch.id, Diki Suherman. Pakar muda Hukum Tata Negara, Anwar Jasir. Tokoh politik, Haris Yuliana, serta menghadirkan tokoh intelektual publik, Rocky Gerung.
Dalam pemaparan materi, Rocky Gerung atau yang sering disapa dengan sebutan Bung Rocky ini menyampaikan materi mengenai polemik public distrust (ketidakpercayaan publik). Menurutnya, public distrust terhadap para penegak hukum ini menjadi sebuah tanggung jawab dari pemimpin negara.
“Mengungkap polemik public distrust dalam implementasi kebijakan publik siapa yang salah? Siapa yang salah? Karena pertanggungjawaban moral itu di situ, penanggung jawab public policy tertinggi adalah presiden,” ucapnya, Selasa (6/6/2023).
Ia juga mengungkapkan bahwa kebanyakan dari masyarakat yang mengalami public distrust saat ini adalah para kaum muda, khususnya milenial yang menyatakan dirinya sebagai swing voters atau pemilih yang belum pasti atau bimbang. Bung Rocky menyebutkan ketidakpercayaan tersebut bukan hanya terjadi pada masa pemerintahan sekarang, melainkan juga pada pemerintahan yang akan datang.
“Faktanya 27% rakyat Indonesia yang muda justru tidak percaya pada kepemimpinan sekarang termasuk kepemimpinan nanti. Maka, di sinilah fungsi dari kampus adalah memfilter kedunguan,” ungkapnya.
Selain itu, Bung Rocky juga mengatakan bahwa alasan public distrust saat ini karena politik sudah bukan lagi tentang suatu kebanggaan, melainkan tentang uang. “Kita tidak percaya, kita distrust terhadap kebijakan, karena politik hari ini menjadi politik uang, politik ada harganya, padalah politik itu adalah soal trust suatu kebanggaan. Politik adalah soal pride bukan soal price,” kata Rocky Gerung.
Salah satu peserta sekaligus mahasiswa Administrasi Publik UIN SGD Bandung semester empat, Indi Ramadhan mengungkapkan bahwa seminar ini seru untuk di ikuti. Selain karena ingin langsung bertemu dengan Rocky Gerung, ia menyampaikan bahwa merasa penasaran dengan judul yang diangkat pada seminar ini.
“Acaranya seru sih, selain ingin melihat langsung Bung Rocky, saya juga penasaran gitu terhadap judul yang diangkat, mengenai mengungkap polemik public distrust dalam implementasi kebijakan publik, siapa yang salah? Dan ternyata jawabannya itu gitu,” ucapnya.
Indi juga berharap setelah dilaksanakannya seminar ini agar mahasiswa selalu memiliki rasa penasaran tentang kebijakan-kebijakan publik yang ada di Indonesia. Ia menyarankan agar ke depannya pemerintah di Indonesia adalah perwakilan dari masyarakat bukan lagi perwakilan dari partai.
Reporter: Nia Nur Fadillah/Magang dan Dheny Puspitasari/Suaka
Redaktur: Mohamad Akmal Albari/Suaka

