Sebagai acara yang berfokus pada pendidikan, acara Hayu Dianjar Bumi Pasundan memiliki tujuan untuk meningkatkan pendidikan. Bukan hanya sebatas pendidikan yang membahas mengenai pengetahuan yang sudah sering ditemui dalam buku-buku, melainkan lebih ke pendidikan karakter bagi para pemuda Jawa Barat. Hal ini disampaikan oleh salah satu panitia Hayu Dianjar Bumi Pasundan 2021, Pupung Nurhapipah saat diwawancara melalui Whatsapp, Senin (08/01/2021).
Massa Aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bandung Raya (Baraya) melakukan aksi demonstrasi di Depan Gedung DPRD Jawa Barat, Selasa (26/10/2021). Massa aksi yang datang dari berbagai kampus di Bandung ini menuntut agar tercipatanya pendidikan yang demokratis.
“Berpikir kritis dan mampu untuk menemukan masalah dia harus mencoba untuk mengurai masalah itu menjadi solusi. Jadi dia juga harus peka, dia juga harus mampu untuk mengembangkan semua keilmuan yang dia miliki menjadi sebuah hasil nyata yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Masyarakat saat ini membutuhkan mahasiswa yang tidak tinggal diam,” jelasnya, Rabu (22/9/2021).
Kordinator Lapangan (Korlap) aksi, Ilyas Ali Husni menyebutkan aksi pawai alegoris ini bertujuan untuk membentuk kesadaran masyarakat mengenai kebobrokan pemerintah. “Intinya secara urgensi dan substansi aksi hari ini kita mengaktivasi ruang perlawanan masyarakat di Kota Bandung,” tegasnya, Kamis (12/8/2021).
“Kami berniat untuk mengetahui segala sebab maupun dampak daripada pandemi melalui paradigma sosiologi. Melalui fenomena tersebut, kami harap dapat menyadarkan kalangan civitas akademika khususnya di jurusan sosiologi. Tentang realitas sosial saat ini yang tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi tidak hanya masalah kesehatan,” ungkapnya pada Rabu, (24/03/2021).