
SUAKAONLINE.COM – Perwakilan dari beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) yang terhimpun dalam Forum Komunikasi UKM-UKK (FKU), mengadakan audiensi dengan Birokrasi Kampus terkhusus kepada Wakil Rektor III (Warek III) dan Kepala Bagian (Kabag) kemahasiswaan, di Gedung Rektorat O. Djahaurudin, UIN SGD Bandung, Senin (25/10/2021). Dalam audiensi tersebut Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U) juga ikut andil sebagai jembatan audiensi tersebut.
Dalam audiensi ini ada tiga tuntutan yang dibawa. Pertama soal pemberitahuan atau regulasi akan kejelasan dari kegiatan kemahasiswaan. Kedua soal sarana prasarana fasilitas Study Center (SC) yang kerap kekurang air bahkan tidak ada sama sekali, dan sebagainya. Dan yang terakhir soal durasi penggunaan SC yang sekiranya terbatas untuk aktifitas kegiatan mahasiswa.
Ketua UKM Teater Awal Bandung, Alan Talor menyebutkan bahwa hasil dari audiensi tersebut, pihak kampus kampus berkomitmen akan lebih memperhatikan kegiatan mahasiswa seperti kegitan di UKM-UKK di tengah pandemi. Komitmen tersebut berupa toleransi untuk kegiatan mahasiswa, namun tetap harus mengikuti jadwal atau regulasi yang telah ditentukan oleh pihak kampus. Dan pihaknya akan memegang komitmen tersebut.
“Menjadi hasil baiknya seperti halnya yang tadi dikatakan bahwa Warek atau pak Kabag akan lebih memperhatikan kegiatan mahasiswa UKM UKK di tengah pandemi seperti ini. Dengan pernyataan beliau bahwa silakan jadwalkan dengan teratur karena pak Kabag sendiri bicara tidak akan melarang untuk kegiatan mahasiswa,” ujarnya.
Ketua Sema-U, Ragen Regyta Yudistira menyebutkan bahwa hasil dari audiensi tersebut, selain dari pihak kampus berkomitmen akan mentoleransi kegiatan-kegiatan UKM-UKK. Pihak kampus juga berkomitmen untuk pengadaan sarana-prasarana seperti menyediakan air terutama di Gedung Studen Center.
Namun hal itu dirasa tidak cukup karena pembahasan pada audiensi tersebut tidak dibahas secara menyeluruh. “Karena kayak kita ngobrolin persoalan kejelasan dari kegiatan kemahasiswaan itu gak ditanggapi secara menyeluruh gitu. Yang pada akhirnya juga tadi, kita datang kesana menyampaikan aspirasi, menyampaikan tuntutan, ditanggapi dengan yang konsepan dari birokrasi.” Ungkap Ragen, Senin ((25/10/2021).
Lebih lanjut Ragen berharap pihak kampus dapat menanggapi persoalan-persoalan yang terjadi dengan cepat dan tepat. Karena sebagai mahasiswa bukan hanya dalam segi akademik saja yang perlu diasah, namun soft skill dari masing-masing individu mahasiswa juga perlu diasah dengan wadah yang disediakan oleh pihak kampus.
Talor juga mengungkapkan harapannya, untuk kedepan organisasi mahasiswa harus bisa lebih bersinergi, dan pihak kampus diharapkan bisa melibatkan mahasiswa dalam pelaksanaan aturan. “Agar bisa lebih melibatkan mahasiswa dalam tatanan aturan ataupun pelaksanaan dan lain sebagainya. Karena solusi bersama baik dari mahasiswa ataupun dari pihak birokrasi.” Pungkasnya.
Reporter : Hizqil Fadl Rohman/Suaka
Redaktur : Fauzan Nugraha

