
SUAKAONLINE.COM – Forum Penulis Seluruh KPI (PSK) menggelar acara diskusi publik tentang ‘Kenapa Al-Qur’an ditulis?’ dalam rangka menyambut milangkala ke-4. Sekitar 100 peserta hadir mengikuti diskusi dengan pemateri Rosihon Anwar itu.Dalam diskusi tersebutmengkajikesusastraan Quran ditinjau dari perspektif tafsirdan sejarahnya, serta optimalisasinya dalam dakwah.
Menurut ketua pelaksana, Irfan Nugraha, materi kenapa Al-Quran ditulis merupakan sinkronisasi antara sastra dengan Islam. “Forum PSK itu kan artinya sastra jurusan KPI, nah KPI itu kan ruanglingkupnya Islam, jadi membahas sastra dan juga Islam,” ungkapnya pada Suaka, Selasa (09/12/2014).
Saat awal materi dimulai, para peserta mengaku merasa sangat tertarik dengan cara penyajian materi yang disampaikan oleh pemateri. Pasalnya, pemateri menjelaskan indahnya kesastraan Al- Quran. Misalnya saja, Hana Muliana Sari dari jurusan Tasawuf Psikoterapi, menilai bahwa materi yang disampaikan sangat menarik. “Bagus banget materi pembahasannya,” ungkapnya.
Menurut Rosihon Anwar, kesastraan Al-Quran itu mengandung karya yang sastra yang mengagumkan. Selain itu, baginya, peletakan istilah belajar bahasa Arab dinilai kurang baik maknanya, dibandingkan dengan belajar bahasa Al-Quran.
“Kalau belajar bahasa Arab, nanti orang itu mindset–nya, wah mau jadi TKI yah,” candanya disela-sela materi yang disampaikan.
Ia juga menjelaskan bahwa Al-Quran ditulis berdasarkan sejarah, pada intinya karena pada masa Abu Baqar, sebanyak 70 sahabat gugur di medan perang. Dan justru yang gugur itu orang-orang penghafal Al-Quran. Berangkat dari hal itu, karena ada kekhawatiran maka Al-Quran pun dituliskan kemudian dibukukan.
“Naskah resmi itu ada di masa Abu Bakar, dan revisinya pada masa Utsman. Dan Al-Quran sampai saat ini yang kita pegang adalah tulisan dari masa Utsaman,” tuturnya.
Selain itu, Rosihon juga memberikan beberapa pembahasan mengenai pentingnya menulis, baik menulis fiksi maupun nonfiksi. “Gagasan itu adalah ilham, jadi jangan disia-siakan. Sekecil apapun, tulislah,” ungkapnya.
Reporter : Fitri Andani
Redaktur : Adi Permana

