
SUAKAONLINE.COM – Wisuda ke-68 UIN SGD Bandung terus menjadi polemik, setelah tempat pelaksanaan dipindahkan dari Aula Anwar Musaddad yang berada di kampus 1, menjadi di selasar Kampus 2 UIN SGD Bandung yang hanya memakai tenda. Gladi resik yang dilaksanakan hari ini, Sabtu (16/9/2017) bukan malah berlangsung khidmat, akan tetapi malah menimbulkan kericuhan yang menghasilkan benturan fisik antara mahasiswa dengan office boy.
Kericuhan dimulai pada saat sekumpulan mahasiswa protes dan ingin mengadakan audiensi terhadap pihak penyelanggara wisuda terkait fasilitas wisuda, tetapi pihak penyelanggara meninggalkan tempat begitu saja dengan didampingi polisi, sontak pihak mahasiswa kesal dan mengejarnya. Namun pihak mahasiswa tidak dapat mengejar karena pihak penyelenggara di kawal oleh satuan pengamanan dan polisi.
Salah satu mahasiswa yang kesal terkait kejadian tersebut emosi dan menendang kursi yang sudah dibereskan oleh office boy, sontak office boy yang tidak ingin hasil pekerjaan nya sia sia itu pun memukul mahasiswa tersebut. Meski begitu, pihak satuan pengamanan dan polisi yang ada di lokasi dengan sigap melerai kericuhan tersebut. Meski sempat terjadi adu mulut, akhirnya pihak mahasiswa meninggalkan tempat tersebut dan mengancam akan melakukan visum ke Polda Jabar.
Salah satu mahasiswa yang protes bernama Akmal mengatakan, acara wisuda tahun ini tidak masuk akal, “Kita mau wisuda bayar 400 ribu rupiah tapi tempat hanya memakai tenda saja, tidak ada karpet, toilet, lahan parkir dan AC. Padahal total wisudawan wisudawati mencapai 2000 lebih dan pasti dana yang terkumpul mencapai 1 milyar tapi fasilitas yang didapatkan hanya tenda dan snack saja, ini tidak masuk akal,” ujar mahasiswa jurusan Agriteknologi itu.
Akmal menambahkan bahwa tempat yang disediakan pun kurang dan menuding bahwa pihak Aljamiah kurang persiapan terkait Wisuda ke-68 ini. Seperti jumlah kursi yang disediakan untuk wisudawan dan wisudawati, menurut Akmal sampai saat ini jumlah kursi yang tersedia hanya berkisar 1500 saja, sedangkan total mahasiswa yang akan diwisuda sebanyak 2608 mahasiswa.
Senada dengan apa yang dikatakan Akmal, mahasiswa Fisika Fakultas Sains dan Teknologi, Nurul Latifatudini, kecewa dengan penyelenggaran wisuda ke-68 ini, “Kecewa lah pasti ya, ini juga sudah termasuk penipuan juga karena di kwitansi padahal terpangpang jelas bahwa tempat berada di Aula Anwar Musaddad, tapi nyatanya kini berada di Kampus 2 dan panitia penyelengara hanya meminta maaf,” ucapnya.
Namun pihak aljamiah menyangkal hal itu dan telah meminta maaf terkait segala kekurangan kekurangan dalam acara wisuda ini. “kami meminta maaf atas tempat yang tercantum pada kwitansi, kwitansi itu yang dulu dan belum sempat kami edit dan masalah terkait fasilitas kami mohon bersabar, kursi sedang kami tambahkan dan akan segera datang pun dengan AC dan tv besar yang akan diletakan di depan, dan masalah wc silahkan pakai wc yang ada dalam gedung kuliah” ujarnya
Reporter : Muhamad Emiriza
Redaktur : Hasna Salma

