Jadi Polemik Tahunan, Prasarana PBAK belum Terpenuhi

Date:

- Advertisement -
Sejumlah peserta Penganalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) sedang bersantai di Masjid Iqomah, Kampus 1 UIN SGD Bandung (26/8/2025). (Risalatul Hasanah/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang digelar pada tanggal 26-28 Agustus 2025 di Kampus 1 UIN SGD Bandung diikuti oleh 7.308 mahasiswa baru, mengharuskan dilakukannya penyebaran di empat lokasi, yakni Gedung Anwar Mussadad, Gedung Abjan Soelaeman, Taman Tugu Kujang, dan Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) lama.

Meski digelar di berbagai tempat, mahasiswa baru tampak menyebar ke luar lokasi saat kegiatan tengah berlangsung. Menurut temuan Suaka, mahasiswa baru menyebar ke masjid, halaman pusat bahasa, halaman lecture hall, dan berbagai stand ormawa di lingkup kampus. Mahasiswa baru jurusan Psikologi, Andini menanggapi bahwa kondisi tersebut terlihat tidak kondusif. 

“Kalau dikumpulin disatu tempat mungkin lebih bisa terkoordinir, dan semuanya bisa ngikutin acara sampai selesai,” ungkapnya, Selasa (27/8/2025). Namun, ia juga menyampaikan bahwa tersebarnya mahasiwa ke berbagai tempat bukan hanya karena fasilitas yang kurang memadai, namun juga tergantung kesadaran dalam diri mahasiswa yang seharusnya mengikuti aturan yang sudah diberikan.

Berbeda dengan mahasiswa baru dari jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI), Rasya mengatakan fasilitas yang disediakan sudah cukup memadai. “Untuk fasilitas sudah cukup ya, karna UIN menyediakan gedung, taman yang diberi tenda, dan berbagai macam stand dari beragam organisasi,” ujarnya. Menurutnya, kegiatan yang disajikan tidak monoton seperti bayangannya, yaitu hanya diam mendengarkan pematerian yang disampaikan seperti pada saat ta’aruf di SMA. 

Menanggapi keterbatasan fasilitas mahasiswa baru yang berulang setiap tahunnya, Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan, Wawan Gunawan mengatakan bahwa penyebaran mahasiswa baru ke empat lokasi tersebut merupakan alternatif yang bisa dilakukan karna UIN SGD Bandung untuk memberikan prasarana kegiatan yang memadai dengan fasilitas yang ada. 

Menurutnya, meski masih banyak mahasiswa yang berkeliaran, pelaksanaan PBAK kali ini lebih tertib dari tahun sebelumnya. “Terserah itu apakah mau di Anwar, mau di Abjan, yang jelas Anwar, Abjan, dan Aula FEBI itu terisi. Karena udah bayangin lah, dengan jumlah 7.308 mahasiswa, kalau ruangannya sebesar itu kan gak bakalan masuk,” ungkapnya. 

Menjawab persoalan tersebut, ia mengungkapkan dua solusi dari terbatasnya prasarana PBAK, yakni dengan pengadaan gedung berskala besar dan dilaksanakan dengan pembukaan PBAK secara terpisah setiap fakultasnya. “Kita inginnya, ya. Tapi kita kembali lagi melihat anggaran, kalo ga ada ya mau gimana pun ga bakalan. Kita harus terima dengan keadaan yang seperti ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap dapat memberikan fasilitas yang lebih baik di tahun depan dengan berandai pelaksanaan PBAK di lapangan kampus 2. “Saya kira tujuh ribu mahasiswa baru bisa masuk, anak-anak juga ga bisa keluar. Nah namanya kan kembali ke pimpinan, apakah setuju atau tidak,” tutupnya. 

 

Reporter: Risalatul Hasanah/Suaka

Redaktur: Mujahidah Aqilah/Suaka

Share post:

Popular

Berita Terkait

UIN Bandung Lepas 1.500 Wisudawan pada Wisuda ke-109, FSH Kembali Raih Adhi Jati Utama

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung menggelar Wisuda ke-109 dengan...

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...

Terhalang UKT, Mahasiswa Baru Menanti Keringanan di Ambang Pengunduran Diri

SUAKAONLINE.COM - Di tengah banyaknya mahasiswa baru yang sudah...

Mahasiswa Baru PBAK 2026 Berceceran, Kurangnya Pengawasan dan Fasilitas Kampus

SUAKAONLINE.COM - Sebanyak 7.503 mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Budaya...