Jadi TOP PTKIN, Rektor Amanati Tangguh Digital pada Wisuda ke-106

Date:

- Advertisement -
Sidang senat wisuda ke-106 UIN Bandung
Sebanyak 1.500 wisudawan mengikuti Sidang Senat Terbuka di Gedung Aula Anwar Musaddad, Kampus I UIN SGD Bandung, Sabtu (14/2/2026). (Foto: Intan Nurfatimah/Suaka)

SUAKAONLINE.COM– Tok, tok, tok, bunyi ketukan palu Ketua Senat UIN SGD Bandung, Mahmud menandai dibukanya Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-106 di Aula Anwar Musaddad, Kampus I UIN SGD Bandung, Kota Bandung, Sabtu (14/2/2026). Sebanyak 1.500 wisudawan dari jenjang sarjana, magister, hingga doktor resmi dinyatakan lulus dari UIN SGD Bandung.

Suasana hening menyelimuti prosesi akademik yang turut dihadiri Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Aceh, Ismail Fahmi Arrauf Nasution sebagai tamu kehormatan. Di hadapan 1.500 wisudawan, Mahmud memaparkan capaian kampus yang disebutnya sebagai kebanggaan bersama. Ia menyampaikan bahwa UIN SGD Bandung menempati peringkat pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), posisi ke-17 secara nasional, serta berada pada klaster 1.501 dunia.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kampus telah memasuki kelas dunia dan menuntut tanggung jawab dari para lulusan. “Saudara patut berbangga dan karenanya saudara memiliki tangung jawab moral untuk membuktikan bahwa wisudawan wisudawati lahir dari sebuah perguruan tinggi yang memiliki keunggulan luar biasa. Karenanya kehadiran saudara di masyarakat harus  menjadi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi,” tegasnya. 

Wisuda ke-106 mengusung tema “Cerdas Spiritual, Tangguh Digital”, yang menjadi refleksi arah pembentukan lulusan di tengah perubahan zaman. Tema ini menegaskan perpaduan antara kedalaman nilai spiritual dan kesiapan menghadapi disrupsi teknologi baik di masa sekarang maupun yang akan mendatang.

Dalam pidatonya, Rektor UIN SGD Bandung, Rosihon Anwar menyampaikan bahwa kecerdasan spiritual merupakan fondasi akhlak mulia yang menjadi ciri khas PTKIN. “ Jadi dalam akhlak yang mulia ini salah satunya adalah kecerdasan spiritual, kalau ada yang bertanya bedanya  prodi-prodi umum yang ada di UIN SGD Bandung dengan prodi-prodi umum yang ada di perguruan tinggi lain yang jadi penekannya adalah aspek spiritualnya,” jelasnya. 

Selain itu, Rosihon juga menekankan pentingnya ketangguhan digital sebagai kompetensi dasar. Menurutnya, kemampuan digital menjadi syarat utama bagi lulusan agar mampu bersaing dan beradaptasi di dunia kerja. “ Distrupsi digital ini  sangat luar biasa cepat. Maka, kemampuan digital merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh siapa saja yang ingin bersaing di dunia luar,” tambahnya.

Dalam menjalankan kehidupan pasca lulus dari UIN SGD Bandung, Rosihon mengingatkan lulusan untuk menjaga integritas dan nama baik almamater setelah melewati perjalanan akademik yang penuh tantangan, mulai dari beban tugas hingga keterbatasan pembiayaan. Ia mendorong lulusan agar tidak takut gagal, menggunakan ilmu untuk kebaikan, serta menjadi duta Islam moderat di tengah masyarakat yang majemuk. 

Mengutip pepatah, ia menyampaikan bahwa siapa yang memahami beratnya menjalani kehidupan di masa mendatang akan mempersiapkan diri dengan baik. Ia meyakini, kesungguhan yang ditanam hari ini akan berbuah keberhasilan di masa mendatang. “Menanam boleh jadi satu tahun dua tahun tapi pada masanya saya yakin saudara akan memanen,” ujar Rosihon di akhir pidatonya. 

Reporter: Muhamad Seha/Suaka
Redaktur: Mujahidah Aqilah/Suaka

Share post:

Popular

Berita Terkait

UIN Bandung Lepas 1.500 Wisudawan pada Wisuda ke-109, FSH Kembali Raih Adhi Jati Utama

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung menggelar Wisuda ke-109 dengan...

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...

Terhalang UKT, Mahasiswa Baru Menanti Keringanan di Ambang Pengunduran Diri

SUAKAONLINE.COM - Di tengah banyaknya mahasiswa baru yang sudah...

Mahasiswa Baru PBAK 2026 Berceceran, Kurangnya Pengawasan dan Fasilitas Kampus

SUAKAONLINE.COM - Sebanyak 7.503 mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Budaya...