
SUAKAONLINE.COM – Kekecewaan terhadap Senat Mahasiswa UIN SGD Bandung (SEMA U) disampaikan oleh anggota komisi I SEMA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Saepul Alam, atas molornya timeline pembentukan Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM dan Bawaslum), dalam wawancaranya.
Menurut Alam, keterlambatan mengunggah timeline tersebut sebagai bentuk menyepelekan dan akan menimbulkan efek domino terhadap pelaksanaan Musyawarah tinggi (Musti) dan Musyawarah Mahasiswa (Musma) Universitas ke depannya, bahkan dapat menurunkan legitimasi hasil pemilihan.
Senada dengan Alam, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Ahmad Fahri Reza mengungkapkan dengan tegas bahwa tidak adanya kepastian dari SEMA U terkait timeline Musti Musma, berarti tidak ada mekanisme kontrol yang pastinya akan berpotensi menimbulkan kekosongan akuntabilitas. “Padahal SEMA dan DEMA U merupakan gambaran dan representasi dari seluruh mahasiswa,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Lebih lanjut, ia berpendapat bahwa dalam konteks ketidakpastian ini, yang diperhatikan bukan hanya soal keterlambatan, namun juga soal konsisten antara pernyataan dengan tindakan SEMA U. Menurutnya, dalam dinamika organisasi, kepercayaan mahasiswa perlu dibangun dan dijaga, supaya kepercayaan itu akan terus ada, serta hal yang wajar jika muncul pernyataan dari mahasiswa terkait kredibilitas SEMA U.
Selasa (7/4/2026), SEMA U menghelat sosialisasi mengenai pembentukan KPUM dan Bawaslum. Ketua Umum SEMA U, Rival Zidni Ariziq, dengan yakin dan tegas mengatakan dengan rinci timeline pembentukan KPUM dan Bawaslum. “Tanggal 7 sosialisasi, mengunggah informasi timeline di tanggal 9, syarat pendaftaran tanggal 11, seleksi berkas dan wawancara tanggal 13 dan 14, serta pengumuman di tanggal 16 April 2026,” tegasnya saat diwawancarai usai sosialisasi.
Bersamaan dengan Rival, Ketua Komisi I SEMA U, M. Faizal Akbar berjanji bahwa SEMA U akan terus mengupayakan semua proses pelaksanaan dari mulai pembentukan KPUM Bawaslum hingga Musti dan Musma, sesuai timeline yang telah ditetapkan. Faizal menekankan bahwa tidak akan ada keterlambatan dalam proses Musti Musma. “Ya mentok, di bulan april ini penyelenggaraan Musti Musma,” terangnya dengan sangat yakin.
Mekanisme pembentukan KPUM dan Bawaslum pun disampaikan oleh Faizal pada sosialisasi. Ia menegaskan bahwa kedepannya SEMA U akan menerapkan prinsip keterbukaan publik dan transparansi. Baik dalam hal-hal mendasar maupun yang bersifat penting, seluruh proses akan diperhatikan secara detail, khususnya dalam pembentukan KPUM dan Bawaslum yang nantinya akan dipublikasikan secara terbuka.
Faizal menjelaskan bahwa transparansi tersebut mencakup jumlah pendaftar, standar penilaian, hingga sistem seleksi yang digunakan. Selain itu, ia juga mengatakan akan diterapkannya formulasi baru dalam proses wawancara dan screening yang terdiri dari tiga pos.
Faizal menguraikan pos pertama adalah administrasi, yaitu tahap seleksi berkas. Pos kedua adalah kepemiluan, di mana calon peserta diharapkan memiliki pengetahuan dasar terkait kepemiluan sebelum bergabung sebagai KPUM atau Bawaslum. Pos ketiga adalah kepemimpinan, yang menekankan pada integritas dan jiwa kepemimpinan, termasuk kemampuan menolak kepentingan tertentu serta menghindari konflik yang tidak relevan.
Terakhir, Fahri dalam wawancaranya menyampaikan harapannya pada SEMA U untuk sesegera mungkin mengambil langkah konkret. “Agar kita tidak terus berada dalam ketidakpastian dan kepercayaan mahasiswa terhadap lembaga mahasiswa tetap terjaga,” tutupnya.
Reporter: Zahra Zakkiyah/Suaka
Redaktur: Muhamad Seha/Suaka

