2 mnt membaca"> Komunitas Tanya Sejarah Gelar Majelis Cibiru di Awal Tahun Baru Islam - Suaka Online
Kampusiana

Komunitas Tanya Sejarah Gelar Majelis Cibiru di Awal Tahun Baru Islam2 mnt membaca

Komunitas Tanya Sejarah mengadakan acara Majelis Cibiru (Cinta Nabi dan Rasul) dengan tema “Spirit Muharram dalam Meneladani Nabi Muhammad SAW” via zoom meeting, Jumat (13/82021). (Dheny Puspitasari/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Komunitas Tanya Sejarah menggelar Majelis Cibiru (Cinta Nabi dan Rasul) via Zoom Meeting, Jumat (13/8/2021). Webinar yang mengususng tema “Spirit Muharram dalam Meneladani Nabi Muhammad SAW”  ini dihadiri oleh lebih dari 70 peserta yang berasal dari anggota organisasi Tanya Sejarah dan juga masyarakat umum.

Menurut ketua pelaksana Majelis Cibiru, Assena Fadilla Rahma, diadakannya Majelis Cibiru ini guna menghadirkan diskusi publik terkait sejarah nabi yang dilihat dari berbagai perspektif. Juga peserta yang mengikuti diskusi ini diharapkan dapat mengambil pelajaran dalam berbagai perspektif kehidupan.

“Harapannya dengan adanya diskusi ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Sirah Nabawi dan mengambil ibrah dalam berbagai perspektif kehidupan dan tentu pada akhirnya agar dapat diaplikasikan serta dirasa kebermanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.” Jelas Assefa saat diwawancarai via Whatsapp (14/8/2021).

Dalam acara ini menghadirkan seorang pemateri yang merupakan Dosen Sejarah Peradaban Islam, Ajid Thohir. Diawal pemaparan materi, Ajid menjelaskan mengenai kehidupan Nabi Muhammad mulai dari bagaimana seorang Nabi dalam bertindak, sehingga mampu membentuk sebuah tatanan kehidupan yang sesuai ajaran Islam. Juga menjelaskan bagaimana perbedaan dakwahnya beliau di Mekkah maupun Madinah.

Untuk meningkatkan semangat para peserta dalam mempelajari mengenai kisah Nabi Muhammad, pemateri juga menjelaskan tingkatan cahaya diri seseorang yang mempelajari kehidupan Nabi Muhammad. Mulai dari tingkat jadzwah yaitu manusia biasa hingga tingkat syihab yang berisi sahabat-sahabat nabi.

“Teori keteladanan itu sama dengan teori pantulan cahaya, orang semakin dekat dengan Rasulullah dengan belajar melalui sirah nabawi, dengan cara begini-begitu dan sebagainya itu dia sedang mencari sumber cahaya. Maka orang itu ketika dia memiliki cahaya Rasuluullah SAW meskipun dia hidup di akhir zaman mungkin cahayanya bisa jadi seperti cahaya yang kuat,“ jelas Ajid Thohir.

Baca juga:  Beredar Isu Penggusuran, Pedagang Kantin Biru Gelar Aksi

Di puncak pemaparan materi dijelaskan pula mengenai teori Muharram yang perlu dipahami agar para peserta dapat memanfaatkan waktu Muharram dengan sebaik mungkin. Teori ini berisi beberapa peristiwa-peristiwa penting para Nabi dan Rasul pada bulan Muharram. Mulai dari diterimanya tobat Nabi Adam dan istrinya Siti Hawa hingga diangkatnya Nabi Isa ke langit.

“Kenapa bulan Muharram sangat diagungkan karena ada sepuluh catatan kenabian yang penting yang menginspirasi kita. Ya, kalau ada orang yang susah payah dalam kehidupannya mudah-mudahan dapat diselesaikan di bulan Muharram. Optimis saja karena spirit Muharram adalah optimis karena keselamatan Nabi yang terkena ujian juga di bulan Muharram,” Ujar pemateri.

Dalam rangkaian acara ini tidak hanya pemaparan materi saja, melainkan peserta diberikan kesempatan untuk diskusi. Juga terdapat beberapa quiz yang diadakan, guna memeriahkan acara yang dibarengi dengan pembagian doorprize.

Reporter: Dheny Puspitasari/Suaka

Redaktur: Fauzan Nugraha/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas