Latihan Hingga Larut Malam, Komdis Dinilai Ganggu Istirahat Warga

Date:

- Advertisement -
Ilustrasi: M. Shibghoh Kuncoro P./Suaka

SUAKAONLINE.COM – Kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh komisi disiplin (Komdis) di Kampus 1 UIN SGD Bandung menuai keluhan dari mahasiswa hingga warga sekitar. Latihan yang dilakukan pada malam hari ini dinilai mengganggu waktu istirahat karena berlangsung hingga larut malam dan kerap kali menimbulkan suara keras dikarenakan latihan vokal.

Salah satu mahasiswa yang tinggal di ma’had sekitar kampus, Rahma (bukan nama sebenarnya) bercerita bahwa peristiwa ini telah berlangsung cukup lama, yakni sejak awal semester ganjil tak lama setelah pelaksanaan PBAK kampus. Sering kali ia mendengar suara teriakan latihan selepas Isya sekitar jam 19.00 hingga menjelang tengah malam. 

Ia merasa aktivitasnya selama beberapa bulan belakang terganggu karena frekuensinya cukup sering, hampir lima kali dalam seminggu. “Kemarin tuh pernah aku sakit jadi gak ikut ngaji, sekitar jam delapan atau jam berapa gitu mereka teriak-teriakan jadi aku keganggu ga bisa tidur waktu itu,” ungkapnya pada Suaka, Selasa (7/10/2025). 

Dirinya sangat paham jika pelatihan ini perlu dilakukan, namun ia menyarankan jika latihan itu masih harus dilakukan pada jam-jam istirahat agar mencari tempat strategis lainnya yang jauh dari pemukiman warga. “Cari hutan atau semacamnya gitu, kita juga okelah gapapa kali 1-2 kali tapi ini sudah sangat sering,” tambahnya.

Keluhan serupa datang dari salah satu warga, Iqbal (bukan nama sebenarnya), rumahnya yang cukup dekat dengan kampus ini mengaku sering kali mendengar suara bising dari latihan komdis hingga dini hari. “Emang kegiatan itu pasti ada sisi baik dan sisi buruknya gitu, tapi tetap harus dikondisikan juga waktunya,” tanggapnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Minggu (12/10/2025).

Iqbal menilai hal tersebut sebaiknya dibatasi hingga pukul 22.30 serta perlu adanya koordinasi antara kampus dengan warga masyarakat. “Jadi dikonfirmasi ke para RT di wilayah yang dekat dengan kampus. Ada acara apa, sampai jam berapa, apa yang harus dilakukan agar masyarakatnya nggak keganggu,” tambahnya.

Hal ini menuai tanggapan dari salah satu anggota komdis, Dimas (bukan nama sebenarnya) menjelaskan bahwa pelatihan komdis dilakukan di malam hari sebab membutuhkan latihan vokal dengan suara yang keras. “Soalnya kita bakal menyesuaikan dengan peserta yang banyak sampai ratusan orang, kita harus menggunakan suara yang memang terdengar,” ucapnya saat diwawancarai pada Rabu (15/10/2025).

Ia menyadari bahwa suara yang dihasilkan saat latihan bisa mengganggu warga sekitar. Untuk meminimalisir hal tersebut, saat jam menunjukan pukul sepuluh malam ia mengupayakan untuk berpindah ke tempat yang lebih aman dan jauh dari lingkungan warga serta melakukan latihan vokal dengan suara yang lebih kecil.

Mengenai koordinasi dengan warga, ia mengaku bahwa dirinya senantiasa melakukan koordinasi dengan satpam saat akan melakukan pelatihan komdis. Sehingga satpam dapat mengetahui dan berkoordinasi dengan warga kemudian. “Kalo laporan misalnya dari warga, kita udah izin ke satpam, nanti satpamnya bakal mengonfirmasi kepada warga,” ungkapnya pada Suaka.

Saat awak Suaka mengonfirmasi kepada salah satu satpam di Kampus 1, Aji, ia mengatakan bahwa mahasiswa seringkali tidak memberikan konfirmasi perihal latihan komdis di malam hari. “Biasanya jika ada surat pemberitahuan kegiatan mahasiswa di malam hari, maka satpam akan memberitahu karang taruna. Kita sebagai satpam sudah mengimbau kalo bisa kasih surat pemberitahuan buat RT-RW,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).

Ia juga mengatakan bahwa selain pelatihan komdis, banyak dari acara mahasiswa berlangsung hingga larut malam yang tentunya mengganggu waktu istirahat warga sekitar kampus. “Kalo pengen saya mah ya kalo udah malem ga ada lagi yang di kampus maksimal jam sepuluh lah, soalnya mengimbau ada warga juga kan ya ga enak, saling menghargai aja,” tutupnya.

Reporter: Amelia Sri Agistiani/Suaka dan Nabila Rahma Hidayat/Suaka

Redaktur: Mujahidah Aqilah/Suaka

Share post:

Popular

Berita Terkait

UIN Bandung Lepas 1.500 Wisudawan pada Wisuda ke-109, FSH Kembali Raih Adhi Jati Utama

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung menggelar Wisuda ke-109 dengan...

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...

Terhalang UKT, Mahasiswa Baru Menanti Keringanan di Ambang Pengunduran Diri

SUAKAONLINE.COM - Di tengah banyaknya mahasiswa baru yang sudah...

Mahasiswa Baru PBAK 2026 Berceceran, Kurangnya Pengawasan dan Fasilitas Kampus

SUAKAONLINE.COM - Sebanyak 7.503 mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Budaya...