
SUAKAONLINE.COM-, Rektor UIN SGD Bandung Mahmud dalam sambutannya menilai mahasiswa UIN SGD Bandung mempunyai nilai tambah tersendiri. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya mahasiswa dari jurusan dan program studi yang bersifat umum, namun tetap mempelajari ilmu keagamaan.
“Jadi mahasiswa UIN jauh lebih berat ketimbang mahasiswa PTU (Perguruan Tinggi Umum- Red),” ujarnya saat memberikan sambutan pada pembukaan Kuliah Kerja-nyata Mahasiswa (KKM) 2016 dan penandatanganan MOU UIN SGD Bandung dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi di Aula Multipurpose, Rabu (4/2/2016).
Kemudian tak jarang, lanjutnya, setiap mahasiswa UIN SGD Bandung yang telah mengikuti KKM mendapat testimoni positif dari masyarakat yang dibinanya.
Mahmud pun mengatakan UIN SGD Bandung akan menjalin kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Ia pun berencana penyelengaraan KKM tidak hanya satu kali dalam setahun di daerah tertentu, melainkan dua sampai tiga kali. Sehingga, mahasiswa dapat merubah suatu daerah ke level yang lebih tinggi.
Salah satu peserta KKM, Ai Rohmatilah mengaku sudah menyiapkan diri untuk pelaksanaan KKM di Cianjur. “Persiapan materi, dan sebisa mungkin jangan malu-maluin, dan bisa memberikan solusi-solusi terhadap permasalahan yang ada disana,” ungkap mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab tersbut.
Mahmud menutup sambutannya dan secara resmi membuka pelaksanaan KKM 2016. KKM yang diikuti 2417 mahasiswa dari pelbagai jurusan tersebut mengusung tema, Memberdayakan dan Mencerdaskan.
Pelaksanaan KKM terbagi menjadi tiga daerah diantaranya, Cianjur, Purwakarta, dan Garut. Peserta KKM akan diberangkatkan pada pukul 00.00 WIB dan menjadi tiga gelombang.
Gelombang pertama, peserta KKM dengan tujuan Cianjur akan diberangkatkan pada Selasa (9/2/2016) mendatang. Kemudian gelombang kedua, peserta KKM dengan tujuan Purwakarta akan diberangkatkan pada Rabu (10/2/2016). Dan gelombang ketiga, peserta KKM dengan tujuan Garut akan diberangkatkan pada Kamis (11/2/2016).
Reporter : Ibnu Fauzi
Redaktur: Ridwan Alawi

