Membawa 21 Mahasiswa ke Tiga Negara

Date:

- Advertisement -

Saya berkesempatan membawa 21 mahasiswa, yang berkuliah di berbagai kampus di Bandung dan Jakarta, di antaranya berasal dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Islam Bandung, Universitas Pendidikan Islam dan Universitas Negeri Jakarta untuk berangkat ke tiga negara meliputi Malaysia, Singapura dan Thailand dalam rangka program paket tour dengan mengusung konsep low budget yang kebanyakan sasarannya mahasiswa di Indonesia yang ingin ke luar negeri dengan biaya terjangkau.
Sebelumnya saya pernah merasakan pergi ke luar negeri tepatnya ke Malaysia dan Thailand, namun untuk membawa orang lain merupakan pengalaman pertama bagi saya. Merasakan bagaimana rasanya membawa peserta tour yang sebelumnya tidak saling mengenal dan dari latar belakang yang berbeda juga membuat rasa bangga terhadap diri sendiri. Karena untuk pertama kalinya, selama seminggu kurang berada di negeri orang harus melayani kebutuhan peserta di sana.
Perjuangan untuk mendapatkan peserta tour dari mulai meyakinkan untuk ikut tour ini sampai membawa peserta kembali ke Indonesia tidaklah mudah. Karena rasa lelah menyerang setiap waktu, tapi bagi saya pada saat di luar negeri memprioritaskan peserta terlebih dahulu dibandingkan diri sendiri merupakan hal penting dengan tujuan membuat perjalanan yang berkesan bagi peserta meskipun masih banyak pelayanan dari saya pribadi yang dirasa kurang.
Teman-teman dekat banyak merasa bangga kepada saya karena di usia yang masih muda sudah bisa membawa orang lain ke luar negeri. Rata-rata dari mereka pun ingin juga seperti saya bisa jalan-jalan ke luar negeri secara gratis dan mendapatkan uang. Pertanyaan bagaimana caranya bisa seperti itu sering ditanyakan kepada saya karena bagi mereka memang sangat tertarik dengan pengalaman saya dan dengan senang hatinya saya berbagi pengalaman juga kepada mereka.
Tidak hanya dari teman-teman, orang tua dan sanak saudara pun bertanya perihal yang sama kepada saya dan masih tidak percaya juga bagaimana bisa pergi ke luar negeri dan juga membawa orang lain. Setelah saya jelaskan bagaimana ceritanya, keluarga dan sanak saudara pun jadi lebih memberikan semangat dan doa untuk kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi dan berharap menjadi orang sukses.
Tempat yang paling berkesan bagi saya adalah saat berada di Provinsi Hatyai, Thailand Selatan di mana pada saat saya mengunjungi pasar apung atau yang biasa dikenal Floating Market dengan berbagai ragamnya kuliner yang ada dan juga souvenir yang menarik. Karena di sini saya bisa membantu menawarkan barang yang diinginkan peserta dalam bahasa setempat atau disebut dengan bahasa Thai, dari situ saya mendapatkan beberapa uang bath dan juga makanan serta minuman yang diberikan oleh peserta kepada saya karena atas jasa saya dalam proses membantu kemudahan transaksi di sana.
Jadi selain mendapatkan uang saku yang saya terima dari agen travel juga mendapat uang dan makanan tambahan dari peserta, yang bedanya uang saku diterima dari pemilik travel karena jasa saya bisa memberangkatkan 21 peserta sedangkan yang tambahan berasal dari hasil tawar-menawar barang dengan menggunakan bahasa setempat.
Sebenarnya saya tidak pernah memasang tarif untuk jasa penerjemah ini, karena niat saya hanya sekedar membantu teman-teman saya dalam memperoleh barang yang jauh lebih murah dari harga yang dipatok sebelumnya oleh penjual. Dan barang-barang yang didapatkan oleh peserta dari hasil tawar-menawar tadi kebanyakan bagus sekali yang harganya bisa 2x lipat dari barang di Indonesia dengan model dan bahan yang sama.
Keadaan dan Cuaca di Thailand Selatan tidak jauh beda dengan di Indonesia, namun sejujurnya di sini terasa lebih nyaman dan tenang, jauh dari kata macet dan untuk masalah kebersihan pun jarang ada sampah yang berserakan di mana-mana. Padahal banyak sekali wisatawan yang datang setiap waktunya untuk mengunjungi negara Thailand terutama bagian selatannya. Hal itu pun bisa kita contoh dalam penerapannya bahwa negara kita pun bisa seperti negara tetangga Thailand yang lebih nyaman untuk ditinggali, namun tak terlepas juga dari peranan dari kita sendiri sebagai masyarakat Indonesia sebelum mengandalkan pemerintah.
Untuk Singapura ada kesan tersendiri bagi saya karena pertama kali mengunjungi negara ini. Pada saat memasuki imigrasinya saya sangat tegang, dikarenakan banyaknya petugas yang membawa senjata dan anjing, memang benar untuk memasuki negara ini sangatlah ketat bahkan saya sempat memasuki ruangan khusus untuk ditanya ada keperluan apa ke Singapura tapi syukurlah saya bisa masuk ke negara ini tanpa ada kendala yang sangat besar. Ada salah satu wisatawan asal Indonesia yang membawa satu dus rokok yang akhirnya disita oleh petugas padahal sudah jelas di negara ini tidak boleh membawa rokok yang berlebih, untung saja tidak didenda, hanya sebatas disita barangnya coba kalau didenda bisa habis berapa puluh juta karena aturan di Singapura tidak main-main alias memang sangat ketat dan dendanya pun tidak main-main.
Nuansa Portugis di Melaka
Tempat yang membuat saya tertarik dan ingin rasanya untuk kembali lagi pada saat mengunjungi ialah Melaka, Malaysia. Di sana bukan terkenal akan hanya kuliner dan fashion saja akan tetapi dalam segi sejarah daerahnya yang tak terlepas dari pengaruh Kerajaan Sriwijaya yang berasal dari negeri kita sendiri. Namun yang banyak terlihat di daerah ini yakni pengaruh Portugis dengan gaya bangunan gedungnya dan peninggalan-peninggalan yang dibuat disini seperti Rumah Merah dan Patung Portugis di Melaka. Sehingga jangan heran ketika Anda berkunjung ke tempat ini menemukan corak bangunan khas Portugis yang tidak sedikit, ada juga makam dari bangsa Belanda yang berada di lokasi wisata sini.
Keramah-tamahan penduduk di Melaka membuat saya tidak pernah bisa melupakan begitu saja, di mana waktu saya membeli oleh-oleh untuk keluarga di Indonesia saya malah diajak untuk makan terlebih dahulu oleh pedagang di sana padahal saat itu posisi saya sedang membeli gantungan kunci dan tas. Pelayanan yang ramah yang diberikan kepada pembeli membuat siapa saja yang datang kembali ke sini tidak bosan karena memang betul apa yang saya rasakan di sana rata-rata pedagangnya melayani dengan sebaik mungkin.
Pernah saya waktu itu ingin membeli suatu barang akan tetapi barangnya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan saya padahal barangnya sudah saya pegang-pegang tetapi penjualnya tetap memberikan senyuman dan kata-kata yang santun setelah saya pergi dengan begitu saja.
Melaka akan terasa ramai manakala kita datang ke sini pada saat siang hari, meskipun panas matahari sangat menyengat tubuh akan tetapi keramaian pengunjung sangat antusias untuk sekedar berfoto di lokasi yang menarik bagi mereka. Mungkin itulah pengalaman yang saya dapatkan ketika membawa 21 Mahasiswa yang berbeda kampus, awalnya memang terasa berat karena tanggung jawabnya yang begitu berat. Namun setelah dijalani Alhamdulillah bisa juga ternyata dan membawa mereka semua kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal afiat,

Share post:

Popular

Berita Terkait

Pengumuman Kelulusan Anggota Muda LPM Suaka Tahun 2026

Berikut nama-nama yang lulus menjadi anggota LPM Suaka tahun...

Panggung Kata dalam Balutan Seni Sastra

SUAKAONLINE.COM - Teater Awal Bandung menyelenggarakan lomba membaca puisi...

Ujian Keseimbangan Dosen di UIN Bandung Belum Selesai

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Pertumbuhan jumlah mahasiswa di Indonesia terus...

Saksi Jejak Perjuangan dalam Meramu Kertas Usang

SUAKAONLINE.COM – Teriknya matahari dan padatnya lalu lintas  di...