Notice: Undefined index: HTTP_REFERER in /home/u4688634/public_html/wp-blog-header.php on line 29
" > 3 mnt membaca"> Mendapat Intimidasi, Diskusi LPIK Terpaksa Batal - Suaka Online
Kampusiana

Mendapat Intimidasi, Diskusi LPIK Terpaksa Batal3 mnt membaca

Ilustrasi: Hasna Fajriah/Suaka

Dalam sebuah video singkat kurang lebih satu menit, Ketua UKM Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK), Rizaldi Mina mengklarifikasi kejadian kurang menyenangkan yang menimpanya dan sejumlah pengurus LPIK Kamis sore (11/6/2020), berikut merupakan pernyataan klarifikasi lengkapnya:

“Assalamualaikum Wr. Wb., Kawan-kawan semuanya, sebenarnya hari ini itu kita di LPIK sudah fix untuk mengadakan diskusi bersama bu DK (inisial) untuk membahas tentang pergerakan mahasiswa UIN Bandung yang diinisiasi oleh #GunungDjatiMenggugat, dan juga beberapa elemen yang lainnya dan membahas mekanisme UKT dan juga KKN daring. Namun, jam 05.00 sore tadi kita dari LPIK mendapatkan pesan dari bu DK, bahwa beliau mendapatkan tekanan untuk tidak mengadakan diskusi ini…”

LPIK rencananya akan mengadakan diskusi melalui siaran langsung Instagram bersama salah seorang dosen Fakultas Syariah dan Hukum, DK pada Kamis malam (11/6/2020). Diskusi bertajuk “Fenomena Perlawanan UIN Bandung: Menakar Ulang UKT di Tengah Pandemi dan Sistem KKN-DR” akhirnya batal diselenggarakan, setelah adanya dugaan intimidasi beberapa pihak kampus terhadap pemateri.

Secara runut, kronologisnya dimulai sejak kamis pagi pukul 09.00 WIB, yaitu pengurus LPIK mulai merancang teknis diskusi. Setengah jam berselang, mereka sepakat untuk memilih DK sebagai pembicara. Dengan rasionalisasi, beliau dianggap sosok yang tepat untuk membahas isu yang akan dibicarakan. Beruntunglah, karena tidak butuh waktu lama untuk meyakinkannya, pada pukul 10.00 WIB pemateri menyatakan kesiapannya.

Perencanaan sudah matang dan pemateri sudah siap, sekitar pukul 12.00 WIB pamflet diskusi mulai dipublikasikan melalui akun Instagram LPIK. Termasuk mulai tersebar melalui percakapan grup WhatsApp. Namun, kabar adanya diskusi ini rupanya tersebar lebih cepat dari dugaan. Karena tidak berselang lama, sekitar pukul 13.00 WIB, pemateri mulai menerima beberapa teguran dari sejumlah pihak yang disebut Rizaldi sebagai “orang di kampus” .

Intimidasi rupanya terus berlanjut hingga puncaknya pada pukul 17.00 WIB, DK mengabari Rizaldi bahwa ia terpaksa batal hadir dalam diskusi karena sejumlah alasan. Dalam wawancara dengan Suaka, Rizaldi  enggan menjelaskan secara rinci bentuk intimidasi apa yang diterima pemateri, ia hanya membenarkan adanya upaya beberapa pihak agar DK menarik diri dari diskusi tersebut, “Perintahnya untuk menarik diri, terus dipanggil,” ungkapnya, Kamis, (11/6/2020).

Akses informasi terkait kejadian ini sepenuhnya hanya didapatkan melalui wawancara dengan Rizaldi, karena menurut keterangannya, DK menolak untuk diwawancarai dan melimpahkan kepadanya setiap proses klarifikasi. Satu-satunya keterangan dari DK yang bisa didapatkan ialah cuitannya di Twitter.

“Mohon maaf seharusnya malam ini kita diskusi tentang pendidikan dan COVID-19, bagaimana seharusnya dunia kampus menyikapinya. Banyak hal yang tak bisa disampaikan. Semoga kita bisa berdiskusi lain waktu. Tetap semangat #GunungDjatiMenggugat.” tulis DK dalam akun pribadinya yang diunggah pada Kamis malam.

Diskusi Membahas UKT dan Masalah Kemahasiswaan

Sebagai gambaran terkait penyelenggaran diskusi ini, Rizaldi menyebut tujuan utama diskusi ini untuk menghadirkan narasi-narasi akademik dalam berbagai isu, terutama menyangkut masalah yang dialami mahasiswa UIN SGD Bandung saat ini. Karena ramainya isu penolakan UKT, diskusi ini diharapkan Rizaldi mampu memberikan pemahaman terhadap masalah dalam tinjauan teoritis.

“Target kita sebenanrnya untuk menyebarluaskan isu bahwa tolak bayar UKT itu landasan normatif dan teoritisnya itu seperti apa, karena sejauh ini kebanyakan mahasiswa masih comat-comot terkait pengetahuan isu,” sebutnya.

Agenda ini juga disambut dengan adanya rencana untuk membuat diskusi dalam beberapa sesi. Termasuk keinginan untuk menghadirkan pihak birokrasi kampus dalam sebuah diskusi khusus. Hanya saja, belum juga sesi pertama dimulai, diskusi justru terpaksa dibatalkan karena  sejumlah tekanan.

Dalam siaran persnya yang ikut dibagikan oleh akun Instagram @pembebasanuinbdg, selain mendukung aksi tolak bayar UKT, LPIK juga mengecam tindakan sejumlah pihak yang dianggap telah membatasi kebebasan mahasiswa.

Reporter: Abdul Azis Said

Redaktur: Hasna Fajriah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2016 Suaka Online │ LPM SUAKA UIN SGD Bandung

Ke Atas