" > 1 mnt membaca"> Mengenal IndonesiaLeaks, Platform Pelaporan Data yang Kontroversial - Suaka Online
Infografik

Mengenal IndonesiaLeaks, Platform Pelaporan Data yang Kontroversial1 mnt membaca

 

SUAKAONLINE.COM, Infografis — Pasca diturunkannya pemberitaan terkait perusakan barang bukti dan gonjang-ganjing keterlibatan petinggi kepolisian dalam kasus suap impor daging sapi, manuver serangan balik pun dilakukan oleh kepolisian mempertanyakan kebenaran data oleh IndoneisiaLeaks tersebut. Sebagaimana cuitan dalam akun twitter resminya @inaleaks per tanggal 04/11/2018.

Bermula dari dua buah surat yang ditujukan kepada PT. Jagat Informasi Solusi yang tak lain ialah penyedia domain IndonesiaLeaks, pada 22/10/2018. Dari pengirim atas nama penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi). Surat tersebut berisikan permintaan untuk membuka identitas pemilik akun IndonesiaLeaks.

Namun, permintaan tersebut ditolak dikarenakan adanya keterikatan dengan aturan-aturan yang berlaku di Eropa. Lantaran domain IndonesiaLeaks dibeli melalui mitra perusahaan mereka yang berlokasi di Belanda, yaitu Green-Host.

Pasca pemberitaan tersebut, teror justru mengarah kepada Tempo Institute yang tak lain ialah salah satu inisiator terbentuknya IndonesiaLeaks. Sedikitnya terdapat 296 serangan dalam sistem admin situs Tempo-institute.org. Hal yang sama juga dialami oleh Direktur Eksekutif Tempo Institute, Mardiyah Chamim, dirinya kedatangan dua orang tidak dikenal yang mencarinya di apartemennya.

Kasus ini bermula dari skandal yang menjerat pengusaha Basuki Hariman dengan perusahaannya CV Sumber Laut Perkasa. Adanya pengakuan dari staf perusahaannya, Kumala Dewi Sumartono yang mengungkapkan adanya keterlibatan petinggi Polri, Tito Karnavian dalam kasus ini makin membuat isu ini hangat dibicarakan. Bukti-bukti keterlibatan Tito itu juga dibuktikan dalam catatan transaksi pada buku bank perusahaan Hariman, yang selanjutnya disebut dengan istilah buku merah.

Sebagaimana keterangan oleh Kumala, pemberian dana pernah dilakukan saat Tito masih menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, beberapa saat menjabat sebagai Kepala BNPT dan saat sudah dilantik sebagai Kapolri.

Baca juga:  Bandung dari Balik Lensa 3.0 Angkat Tema City Life

 

Sumber  : Indonesialeaks.id. Tempo.com

Peneliti  : Abdul Azis Said/ Litbang Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas