Menggagas Asta Protas dan PRIMA: Ikhtiar Kemenag Mengikis Jurang Akademik–Dunia Kerja

Date:

- Advertisement -

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Menyongsong Indonesia Emas 2045, pemerintah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagai peta jalan pembangunan. RPJMN ini berfokus pada transformasi besar di berbagai sektor yang dirangkum dalam Asta Cita, delapan prioritas nasional.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, meyakini bahwa Indonesia Emas mustahil tercapai tanpa kerukunan dan keharmonisan umat. Maka untuk mendukung serta mengimplementasikan perencanaan optimis pemerintah, Kementerian Agama membentuk Asa Protas  Kemenag Berdampak. Delapan program yang Kemenag rancang ini berkaitan dengan kesejahteraan umat beragama agar dapat mendukung tercapainya Asta Cita.

Asta Cita serta Asta Protas haruslah didukung oleh masyarakat yang berdaya dan berdampak, hal ini juga diperhatikan oleh Kemenag yang membawahi Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Untuk membentuk masyarakat yang siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045, Kemenag berusaha mempersiapkan lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang bisa diterima di dunia kerja.

Tantangan ke depan bukan hanya soal terbatasnya lapangan pekerjaan, tapi juga soal kesiapan kompetensi. Gelar akademik tidak lagi cukup, dunia kerja menuntut soft skill, kreativitas, dan daya inovasi agar mampu bertahan di dunia kerja pada era ini.

Untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan dunia kerja, Kemenag merancang program PRIMA (Professional Readiness Through Internship and Mentorship for Academics) Magang PTKI. Program nasional yang diprakarsai Direktorat Jenderal Pendidikan Islam ini diharapkan dapat melatih lulusan PTKI agar lebih profesional, inovatif, religius, dan mandiri.

PRIMA Magang PTKI resmi diluncurkan pada Jumat (20/6/2025). Kehadirannya membuat mahasiswa PTKI semakin optimis memiliki karir yang cerah, sebab diberikan ruang untuk memperoleh kompetensi tambahan setara dengan peluang mahasiswa di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan berbagai kegiatan penunjang karir mahasiswa.

Sebelum PRIMA, Kemenag juga telah meluncurkan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di PTKI sejak 2024, dengan mitra seperti Lembaga Studi Independen Bersertifikat, Magang Bersertifikat, Asistensi Mengajar, dan Asisten Peneliti. Melalui portal merpati.kemenag.go.id, mahasiswa dapat mengakses sepuluh jenis kegiatan MBKM, mulai dari pertukaran mahasiswa, riset, proyek kemanusiaan, kewirausahaan, hingga KKN tematik.

Menyelaraskan misi Kemenag untuk meningkatkan kualitas lulusan PTKI, UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang bergelar sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), memberikan peta karir kepada mahasiswanya dengan membentuk unit Career Development Center (CDC). Menawarkan berbagai kegiatan persiapan dan pengembangan karir mahasiswa, salah satunya kegiatan magang yang bisa diakses oleh mahasiswa melalui  cdcjobfair.uinsgd.ac.id.

Langkah Kemenag dan PTKI ini tentu masih awal. Namun, kesempatan sudah terbuka. Tinggal bagaimana mahasiswa bisa memanfaatkan kesempatan yang ada. Sudah siapkah kamu menjadi lulusan PTKI yang tidak hanya bergelar, tapi juga berdaya saing?

Peneliti: Intan Nurfatimah/Magang

Redaktur: Sabrina Nurbalqis/Suaka

Sumber: kemenag.go.id, uinsgd.ac.id, merpati.kemenag.go.id, antaranews.com

 

 

Share post:

Popular

Berita Terkait

Kecenderungan Menyalahkan Korban Pada Kasus Femisida

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Kasus femisida di Indonesia kian meningkat...

Pengumuman Kelulusan Anggota Muda LPM Suaka Tahun 2026

Berikut nama-nama yang lulus menjadi anggota LPM Suaka tahun...

10 Bulan Molor, Mempertanyakan Marwah Ormawa Universitas

SUAKAONLINE.COM, Infografis – 1 tahun 10 bulan berlalu sejak...

Mengusung Paslon Tunggal, Apakah Musma U Kembali Dilaksanakan dengan Aklamasi?

SUAKAONLINE.COM, Infografis - Kamis, 18 Juni 2026, verifikasi calon...