
SUAKAONLINE.COM- Komunitas Quran dan Dakwah (Qudwah) menyelenggarakan acara Kajian Quran sekaligus Pembukaan Program One Semester One Juz (OSOJ) Batch 4 di Masjid Ikomah Kampus 1 UIN SGD Bandung, pada Sabtu (20/9/2025). Kegiatan ini merupakan agenda bulanan yang menjadi bagian syiar komunitas untuk menyebarluaskan pengajaran Al-Qur’an.
Acara ini hadir sebagai wadah mahasiswa yang ingin fokus dalam menghafal Al-Quran untuk memenuhi persyaratan kelulusan di kampus. Selain itu, program ini dijalankan agar mahasiswa mempelajari makna Al-Quran guna mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. “Jadi gak hanya sebatas baca, tapi benar-benar mereka tau apa yang mereka baca, apa yang mereka pelajari,” ujar pengurus Qudwah, Anis pada Sabtu (20/9/2025).
Kajian ini merupakan kegiatan rutin yang dilangsungkan setiap satu bulan sekali dan terbuka untuk umum. Ketua pelaksana, Edi, menyatakan bahwa kajian ini disampaikan oleh pemateri yang kompeten dalam bidangnya masing-masing. Ia juga mengungkapkan rencana kedepannya agar dapat melaksanakan kajian di Kampus 2 UIN SGD Bandung.
Tidak hanya mengkaji ayat Al-Quran secara umum, namun juga mengusung beragam tema yang sedang ramai yang kemudian dikaitkan dengan ayat Al-Quran. “Bulan lalu momen Agustus berarti kami ambil tema kemerdekaan yang dikorelasikan dengan ayat Al-Quran. Jadi tujuannya pasti ke tadabbur Al-Quran
Agenda kali ini mengusung tema “Circle Positif, Hidup Produktif” dengan tadabbur Quran surah Al-Furqan ayat 26-29. Berangkat dari harapan agar mahasiswa, terlebih mahasiswa baru, agar pandai memilih pertemanan dan lingkungan untuknya tumbuh. “Membuat banyak hal-hal yang positif. Jadi biar dia gak kebawa sakaba-kaba (terbawa arus) istilahnya,” tambahnya.
Selaku pemateri pada program ini, Ida Nuraida memberikan petuah agar memilih teman yang baik dunia dan akhirat dengan positive circle. Berkenaan dengan caranya, ia menguraikan pedoman Imam Al-Ghazali dalam mencari sahabat yang terdiri dari lima kriteria. Hal ini mencakup berakal, akhlak terpuji, shaleh, tidak gila dunia, dan jujur.
Ia juga menyampaikan bahwasannya ruh orang-orang beriman akan berkumpul kembali dengan sesama orang beriman. Oleh karena itu, penting memilih teman agar tercipta lingkungan positif sekaligus menambah kebaikan. “Jika ingin melihat karakter seseorang, lihat pertemannya. Hal ini dikarenakan teman merupakan cerminan diri seseorang,” tanggapnya.
Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Darin mengaku banyak hal yang ia dapat dari kajian ini. Selain kriteria teman yang baik, ia mengetahui keuntungan mendapatkan teman yang shaleh. Salah satunya terbentuk akhlak baik dari saling meneladani satu sama lain. “Jadi kita juga bisa ikut kebaikan, terus akhlak kita juga dapat terbentuk karena memang hakikatnya tabiat itu, tadi dari bu Ida, dari meniru dan menelaah dari teman kita,” katanya.
Reporter: Sofa Nur Alfiah/Suaka
Redaktur: Mujahidah Aqilah/Suaka

