
SUAKAONLINE.COM – Potensi hutan di Indonesia begitu besar sebagai paru – paru dunia. Terbukti Indonesia merupakan jajaran terbesar ketiga hutan tropis sedunia. Hal tersebutlah yang mendasari Koalisi Pemuda Hijau (Kophi) dan Hutan itu Indonesia (HII) untuk mendeklarasikan hari hutan nasional pada tanggal 13 Mei, sebagai bentuk dari komitmen Pemerintah tahun lalu yang menandatangani Monatorium perlindungan hutan.
Tujuh juta masyarakat Indonesia akan diajak dalam merayakan hari hutan Nasional oleh Kophi dan HII. Untuk itu ada banyak rangkaian acara, diantaranya adalah Roadshow kelima Universitas ternama yang ada di Jawa Barat (UIN, Unpad, ITB ,UPI). UIN SGD Bandung merupakan Universitas pertama yang didatangi oleh Kophi dan HII. Acara tersebut diselenggarakan di aula Sains dan Teknologi yang dihadiri oleh segenap delegasi dari seruluh himpunan jurusan dan mahasiswa Agroteknologi yang fokus dengan isu lingkungan.
Kophi dan HII mengajak semua untuk peduli tentang pentingnya menjaga hutan, berdasarkan data yang ada hutan di Indonesia setiap tahunya mengalami penyusutan. Maka agenda dari hari hutan Indonesia adalah untuk mengenalkan cara mengadopsi pohon, yaitu dengan merawat pohon yang telah tumbuh di hutan. Pohon tersebut akan diberi identitas sesuai dengan pengadopsinya setelah itu, dan pohon tersebut bisa dipantau secara online. Semua itu merupakan langkah nyata agar bisa menjaga dan peduli dengan kehidupan sebuah pohon.
Yuk lari ke hutan, merupakan agenda puncak yang akan diadakan di Gasibu Bandung pada 13 Mei 2017 mendatag, dengan mengajak seluruh masyarakat Bandung untuk lari bersama sejauh tujuh kilo meter dan mengadopsi satu pohon, selain itu ada juga berbagai hiburan dan pentas seni yang menarik.
Ketua Pelaksana Kophi Menuju Hari Hutan Indonesia, Nurodi berharap agar mahasiswa ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan. “Karena mahasiswa merupakan agent of change yang bisa menekan angka pemanasan global dan menerapkan hidup ramah lingkungan,” ujarnya (25/4/2017).
Senada dengan Nurodi, Ketua Bso Dema-F Saintek LSIST (Lingkar Studi Sains dan Teknologi) Reza Gunawan, sebagai panitia penyelengara acara tersebut berharap acara tersebut bisa menumbuhkan rasa cinta dan rasa memiliki terhadap hutan. Selain itu dengan melakukan penelitian yang melibatkan para mahasiswa untuk mencari tahu potensi apa saja yang dimiliki hutan Indonesia, dan memberikan edukasi terhadap masyarakat agar tidak tergiur dengan explotasi hutan yang hanya menguntungkan pihak tertentu.
Reporter : Ulfah Choirun Nissa
Redaktur : Dadan M. Ridwan

