Musma U 2026 Molor, Paslon Tunggal Berakhir Aklamasi

Date:

- Advertisement -
Pasangan Calon Presiden Mahasiswa dengan Wakil Presiden Mahasiswa, Abdurrahman Muhammad Abdulmalik dan Muhammad Radhitya, sedang memaparkan visi misi yang dibawanya, dalam forum Musyarawah Mahasiswa Universitas (Musma U), di Aula Gedung Tarbiyah, Kampus 2 UIN SGD Bandung, Selasa (23/6/2026). (Foto: Farhah Sonia Qudsi/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Musyawarah Mahasiswa Universitas (Musma-U) untuk memilih kepemimpinan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema-U) dilaksanakan di Lantai 3 Gedung Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) lama, Kampus 2 UIN SGD Bandung, pada Selasa (23/6/2026). Forum ini mengesahkan Abdurahman Mohammad Abdulmalik Albarakati sebagai Presiden Mahasiswa dan Muhammad Radhitya sebagai Wakil Presiden Mahasiswa UIN SGD Bandung periode 2026-2027.

Sebelumnya, melansir dari Instagram Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM), sidang Musma U dijadwalkan untuk dimulai pada pukul 15.00 WIB. Namun, hingga penghujung sore, aula FTK masih tampak sepi. Hanya terdapat 2 perwakilan Himpunan Mahasiswa Jurusan/Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMJ/HMPS) sebagai daftar pemilih tetap yang mengisi formulir kehadiran. 

Ketua Badan Pengawas Pemilu Mahasiswa (BawasluM), Muhammad Hanif Hibatullah Hidayat, menjelaskan bahwa salah satu alasan dari keterlambataan ini adalah  peserta penuh maupun peserta peninjau sidang Musma-U yang belum hadir. “Entah itu ada yang ngerjain UAS, ataupun ada beberapa yang susah dikontak. Salah satu alasan lainnya karena Musti yang telat sebab tidak memungkinkan jika Musti-Musma U dilakukan berbarengan,” jelasnya kepada Suaka, (23/6/2026).

Sidang Musma-U baru dilaksanakan pada pukul 19.30 WIB dengan hadirnya 41 perwakilan yang terdiri dari peserta penuh yakni perwakilan Himpunan Mahasiswa Jurusan/Program Studi (HMJ/HMPS) dan peserta peninjau, yakni anggota Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U) yang baru serta Forum Komunikasi UKM/UKK (FKU). Agenda sidang dimulai dengan sidang pleno 1 untuk menentukan tata tertib sidang.

Sidang berlanjut dengan pleno 2, yakni pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema-U). Abdurahman selaku calon presiden mahasiswa dan Radhitya selaku calon wakil presiden mahasiswa memasuki ruang sidang untuk memaparkan visi misinya. 

Langkah yang Ditawarkan Paslon Guna Memperbaiki Kepercayaan Mahasiswa

Malam itu, di hadapan peserta forum, Pasangan Calon, Abdu dan Radhit membawa visi, “Hadirnya Dema UIN Bandung yang Inklusif, adaptif, dan responsif dalam mewujudkan revitalisasi organisasi mahasiswa yang didasarkan pada gerakan rekonstruksi peran Dema sebagai aksesor, advokator kebijakan, dan katalis peradaban.” 

Lebih lanjut, dalam pemaparan visi dan misinya, Abdu menegaskan bahwa salah satu permasalahan yang ia lihat dalam organisasi saat ini adalah krisis relevansi akibat tidak adanya institutional trust dalam organisasi. “Oleh karena itu, untuk memunculkan kembali institutional trust, membangun kemandirian dalam berorganisasi, dan kami berusaha untuk menggeser paradigma atau logika dalam organisasi,” tegasnya.

Kemudian, Abdu mengajak Ketua HMJ/HMPS turut hadir dan membersamai Dema-U untuk melihat titik-titik buta yang luput darinya. ”Kami di sini mengajak kawan-kawan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan untuk menjadi spion-spion pada titik buta kami. Pada blind-spot blind-spot yang kami tidak bisa melihat. Kami pun di sini dihadirkan menjadi pasangan yang tidak mungkin luhur tanpa cacat.” tegasnya. 

Masih dalam sidang Pleno 2, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Akidah Filsafat Islam, Aprila Ajeng Sekar Maulid, mempertanyakan bagaimana Dema-U 2026 nanti membangun kembali kepercayaan masyarakat mahasiswa yang telah terkikis oleh kepengurusan sebelumnya. Ia turut menekankan bagaimana komitmen dari Abdu dan Radit selaku paslon.

”Dan mungkin apa yang saya ingin tekankan secara posisi, apa komitmen yang ingin ditawarkan dari kedua paslon ini untuk memastikan (Dema-U) menjadi instansi yang berada di pihak masyarakat UIN, bukan hanya menjadi instansi yang berlindung di dalam ketiak birokrasi?” tanyanya malam itu.

Menjawab pertanyaan ini, Radhit selaku Wakil Presiden mahasiswa mengatakan mereka akan mulai dengan hadir dalam masyarakat. Ia menegaskan bahwa maksud hadir tersebut bukan sebatas hadir di media sosial saja, tetapi juga membersamai melalui setiap kementerian-kementerian kabinet yang nantinya dibentuk Dema-U.

Lebih lanjut, Presidium Sidang Musma-U, Muhammad Faisal Akbar, menyatakan bahwa peserta forum juga perlu serius untuk mengawal visi-misi yang disampaikan paslon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa. “Bukan tentang sejauh mana paslon ini mampu merealisasikan apa yang menjadi program ataupun cita-citanya, tetapi tentang seserius apakah kita mampu untuk mengawal cita-cita bahkan visi-misi yang tadinya sudah disampaikan oleh Paslon itu sendiri kan gitu,” ujarnya sembari mengakhiri sesi tanya jawab visi-misi Paslon.

Pemilihan Berujung Aklamasi

Malam semakin larut, prosesi sidang Musma-U dilanjutkan ke pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa. Presidium Sidang, Faisal kemudian langsung mengangkat Abdu dan Radhit melalui pembacaan konsideran tanpa adanya proses voting, melainkan langsung dengan aklamasi. “Kepada pasangan calon Muhammad Abduh dan Wakil Presiden Mahasiswa Radhitya, keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan bila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perubahan sebagaimana mestinya,” ucapnya mengakhiri sidang.

Pasalnya, opsi kotak kosong yang dikatakan Panitia KPUM bidang Hukum dan Pengawasan, Gaga Al Farghana Aisy pada Jumat, (19/6/2026) nyatanya tidak jadi diterapkan sebelum memutuskan Presma dengan wakilnya. Salah satu anggota KPUM, Nifan Zulfiana, dalam pembahasan tata tertib di sidang pleno 1 menyatakan bahwa opsi kotak kosong tidak ada dalam Peraturan KPUM (PKPU) maupun Undang-Undang Sema-U Nomor 1 Tahun 2026, karenanya tidak jadi digunakan.

Proses Aklamasi yang diselenggarakan di Musma-U 2026 diakui oleh Faisal berangkat dari prosedur pendaftaran yang sudah cukup rumit, sehingga aklamasi hadir sebagai bentuk kepercayaan kepada pasangan calon presiden mahasiswa. “Kenapa nggak jadi pakai kotak kosong? Karena ya hadirnya kertas kosong kan selain daripada untuk menjadi pesaing dalam pemilihan, disisi lain kan ini menjadi alasan juga bahwa ya teman-teman enggak percaya terhadap calon yang memang telah memenuhi beberapa langkah-langkah dalam pendaftarannya,” jelasnya pada Suaka seusai Musma-U diselenggarakan, Selasa (23/6/2026).

Salah satu DPT dari HMPS Bimbingan Konseling Islam, Aldi Arizalul Zaki, mengungkapkan bahwa forum Musma-U 2026 ini tidaklah menarik sebab hanya ada satu calon presiden mahasiswa. Hadir di tengah padatnya jadwal Ujian Akhir Semester (UAS) genap pun menjadi pendukung tidak adanya dinamika di dalam forum, karena para DPT ingin forum berjalan kondusif dan cepat selesai. 

“Kalau menurut aku Musma kemarin nggak terlalu banyak dinamika karena calonnya cuman satu, para DPT pun diinformasikan hadir ke forumnya secara mendadak. Terus informasinya ngedadak disuruh ke forum jam 19.00, gagasan calon juga kurang masif cuma nyebarin grand design aja, jadi gak ada waktu buat mempersiapkan pertanyaan kepada calon presiden mahasiswa,” ungkap Aldi saat diwawancarai melalui online oleh Suaka, Kamis (25/6/2026). 

Meskipun demikian, sebagai salah satu Ketua Umum HMPS di UIN SGD Bandung, Aldi berharap semoga periode ini Dema-U bisa menjadi wadah intelektual, merajut hubungan yang baik dengan organisasi intra kampus, dan lebih bisa menunjukkan eksistensinya agar dapat menjadi wadah intelektual serta aspirasi mahasiswa. “Harapannya semoga Dema-U yang sekarang bisa menjadi wadah yang kritis, engga hanya bikin event tetapi sebagai wadah intelektual dan advokasi,” tutupnya. 

Reporter: Rafif Asya Andhika/Suaka, Risalatul Hasanah/Suaka, Intan Nurfatimah/Suaka
Redaktur: Zahra Zakkiyah/Suaka

Share post:

Popular

Berita Terkait

UIN Bandung Lepas 1.500 Wisudawan pada Wisuda ke-109, FSH Kembali Raih Adhi Jati Utama

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung menggelar Wisuda ke-109 dengan...

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...

Terhalang UKT, Mahasiswa Baru Menanti Keringanan di Ambang Pengunduran Diri

SUAKAONLINE.COM - Di tengah banyaknya mahasiswa baru yang sudah...

Mahasiswa Baru PBAK 2026 Berceceran, Kurangnya Pengawasan dan Fasilitas Kampus

SUAKAONLINE.COM - Sebanyak 7.503 mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Budaya...