Neni Utami: Kreativitas Itu Muncul Karena Suka

Date:

- Advertisement -
Artis kondang Indonesia Diana Limbong dan Elma Theana (dua di tengah) menjadi pembicara pada sesi Islamic Sharing yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro (Himanitro), Rabu (1/6/2016) di Gedung Anwar Musaddad. Keduanya bercerita tentang manis pahitnya kehidupan mereka dan bagaimana mereka menemukan jalan keluar dari permasalahan hidup mereka. (SUAKA/ Rendy Muhammad)
Artis kondang Indonesia Diana Limbong dan Elma Theana (dua di tengah) menjadi pembicara pada sesi Islamic Sharing yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro (Himanitro), Rabu (1/6/2016) di Gedung Anwar Musaddad. Keduanya bercerita tentang manis pahitnya kehidupan mereka dan bagaimana mereka menemukan jalan keluar dari permasalahan hidup mereka. (SUAKA/ Rendy Muhammad)

SUAKAONLINE.COM, — Dosen jurusan Teknik Elektro UIN SGD Bandung sekaligus motivator dan penulis buku Neni Utami Adiningsih mengatakan kreativitas seseorang akan muncul bila ia menekuni pekerjaan yang disukainya. Ini ia sampaikan pada Seminar Kreatif dan Inovatif Intelek Muda, Rabu (1/6/2016) di Gedung Anwar Musaddad.

Kegiatan yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro (Himanitro) menjadi puncak rangkaian Milad ke- 10 Teknik Elektro. Selain Neni, Himanitro juga mendatangkan dua artis kondang Indonesia Elma Theana dan Diana Limbong untuk sesi Islamic Sharing.

Mampu membaca peluang, lanjut Neni serta memanfaatkan sumber daya menjadi salah satu kunci untuk kita berinovasi. “Kita harus melihat peluang kreatifitas di sekitat dengan memanfaatkan sumberdaya yang banyak. Kita juga harus fokus terhadap skill yang kita miliki agar inovatif dan berguna untuk lingkungan sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, menumbuhkan rasa kepekaan dalam memanfaatkan peluang dimulai dari melakukan apa yang disukai. Ketika menekuni apa yang disuka, maka akan terus berinovasi dengan hal yang disukai itu. “Kalau kita punya modal suka dalam menjalani sesuatu hal bisa dikembangkan kesukaan itu di bidang lain,” katanya. Dan, tambahnya jangan lupa memikirkan kegagalnya.

Di akhir kuliah umumnya Neni berpesan, tetap belajar, munculkan inovasi-inovasi yang bisa kalian ciptakan, mencari teman sebanyak-banyaknya, tetap senyum, jangan gakut gagal, dan selalu mencoba.

Pada sesi Islamic Sharing Elma bercerita tentang dirinya yang banyak merasakan manis pahitnya kehidupan. Elma memaknai semua hal dalam hidupnya, salah satunya hijrah yang ia alami. “Dari hijrah itu, berdoa ke Allah harus pake hati. Hidup adalah permainan rasa. Mengolah rasa untuk diri sendiri,” ujarnya.

Elma mengatakan di balik setiap masalah pasti ada hikmahnya. “Contohnya berhijab, saya setelah mengalami perceraian akhirnya berhijab. Belajar dan menggali tentang Islam hingga akhirnya bisa mengolah rasa. Ketika beribadah pun harus dirasakan. Pokoknya hidup adalah pengalaman rasa,” ujarnya.

Serupa dengan Elma, Diana Limbong pun mengutarakan kisahnya. Menurutnya menjadi perempuan harus sabar dalam menghadapi segala macam masalah serta harus bangkit dari keterpurukan. “Berhijab pun harus keseluruhan, jangan cuma kepalanya aja, tapi hatinya juga. Hikmah atas semua masalah yang dihadapi pun supaya menjadi tegar dan tabah,” ujar Diana.

Reporter: Rendy Muhammad

Redaktur: Ridwan Alawi

Share post:

Popular

Berita Terkait

Tiga Tahun Thufanul Aqsa, Sejumlah Mahasiswa UIN Bandung Serukan Perjuangan Palestina

SUAKAONLINE.COM – Dalam mengembalikan kembali ingatan serta menggemakan perjuangan...

Mahasiswa Ushuluddin Gelar Aksi, Tuntut Tindak Lanjut Dugaan Pelecehan Seksual dan Pelanggaran Etika Akademik

SUAKAONLINE.COM – Kejadian berulang terkait dugaan pelecehan seksual dan...

UIN Bandung Lepas 1.500 Wisudawan pada Wisuda ke-109, FSH Kembali Raih Adhi Jati Utama

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung menggelar Wisuda ke-109 dengan...

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...