
SUAKAONLINE.COM – Komunitas Pasar Gratis (Partis) Bandung menggelar lapak pakaian layak di pelataran Balai RW 2 Dago Elos, Bandung, Senin (27/6/2022). Selain menggelar lapak pakaian gratis, Partis juga membuka lapak baca, ruang belajar anak, kelas menggambar hingga cukur gratis untuk warga Dago Elos.
Salah satu insisiator Partis, Jibril mengatakan bahwa acara pasar gratis ini digelar guna menarik perhatian warga untuk bersolidaritas atas sengketa tanah dan tindak lanjut atas dikabulkannya Peninjauan Kembali oleh Mahkamah Agung terhadap keluarga Muller. Selain itu, alasan digelarnya Partis di pelataran Balai RW 2 karena menjadi ruang aktivitas sosial warga.
“Nah, kenapa temen-temen partis melapak di sini adalah upaya buat narik solidaritas temen-temen di luar. Juga untuk bersolidaritas di Dago Elos untuk mengaktivasi ruang-ruang sosial. Karena memang di wilayah RW 2 ini yang menjadi pusat interaksi sosial warga itu di balai RW ini,” ujarnya saat diwawancarai Suaka, Senin (27/6/2022).
Terkait tujuan, hal yang paling mendasar diselenggarakannya Partis ini adalah bentuk politis untuk mengikis budaya konsumersime. Menurutnya budaya konsumerisme lebih tujukan kepada kelas menengah ke atas.
“Nah, sebenernya si partis berangkatnya dari hal yang politis juga. Sehingga, lebih lanjutnya lagi ternyata ‘oh temen-temen atau warga yang dijalanan butuh pakaian yang layak pakai’, bahkan mereka biasanya satu baju tuh bisa dipake satu minggu dua minggu, maka timbulah pasar gratis,” ujarnya
Lebih dari itu, Partis tidak hanya bergerak dibidang konsumerisme, Jibril mengungkapkan bahwa Partis ini bergerak dibidang sosialnya juga. “Pasar gratis juga tidak serta merta ngomongin masalah budaya konsumenisme, tapi beranjak dari hal lainnya. Hal sosial sendiri misalnya, bagaimana hubugan satu sama lainnya. Secara sosial juga kita makhluk sosial yang di mana kita tidak bisa terlepas dari satu sama lainnya,” lanjutnya.
Respon dari masyarakat Dago Elos pun positive dengan diadakannya kegiatan Pasar Gratis ini. Jibril menuturkan bahwa tidak ada branding diselenggarakannya kegiatan ini. “Ya, kita sebenernya melakukan yang emang seharusnya semua orang tuh lakukan. Hal-hal yang kaya gini tuh idealnya semua orang melakukan hal yang sama, bukan di lingkaran pasar gratis atau temen-temen yang konsen dikonflik agrarian aja gitu,” tuturnya.
Salah satu warga Dago Elos, Tina mengungkapkan rasa senangnya terhadap adanya pasar gratis ini. “Alhamdulillah bermanfaat bagi warga Dago Elos, jadi ada pakaian yang bisa dan layak dipakai dan adanya pameran buku serta edukasi mewarnai bagi anak-anak yang kebetulan memang di daerah sini banyak anak kecilnya,” katanya, Senin (27/6/2022).
Tina pun menambahkan bahwa dengan adanya Partis ini mereka tidak sama-sekali merasa tergangu dan justru mengapresiasi kawan-kawan dari Partis yang sudah banyak membantu. “Kami merasa senang akan kehadiran dan bantuan mereka. Bahkan kami sudah berteman dekat dengan beberapa anggota pengurus pasar gratis ini, sudah selayaknya teman dekatlah,” lanjutnya.
Terakhir, Tinapun berharap kepada teman-teman dari Partis untuk kedepannya agar ada semisal tebus sembako murah dan adakan juga kegiatan untuk ibu-ibunya, “Ini, tambahan sembako yang bisa dilakukan tebus murah, contohnya seperti minyak goreng, beras, gula, dan sebagainya. Semoga lebih sering dilaksanakan di sini dan adanya juga kegiatan untuk ibu-ibunya,” tutupnya.
Reporter : Safira Oktarini & Yusuf Wahyudin/Magang
Redaktur : Yopi Muharam/Suaka

