Pembuatan KTM Molor Hampir 2 Semester

Date:

- Advertisement -

*Restu Nugraha Sauqi

Sepertinya para mahasiswa baru  UIN SGD Bandug tahun angkatan 2013/2014 masih menyimpan slip bukti penyetoran  uang kuliah dari Bank BRI, kita masih ingat disana tertera SPP sebesar Rp. 600.000,- dana praktikum Rp. 400.000,-, dana Opak Rp. 175.000 dan Dana Sara Pendidikan (DSP) sebesar Rp. 1.850.000. Saya selaku mahasiswa baru yang lugu tidak pernah diberikan rincian Dana Sarana Pendidikan (DSP) itu meliputi sarana apa saja, dalam pikiran kami mungkin dana sebesar itu diperuntukan untuk jas almamater dan pemeliharaan gedung serta fasilitas lain.

Yang justru menjadi pertanya kami sebagai mahasiswa baru. Bukan diperuntukan untuk apa saja DSP tersebut, tapi kami mempertanyakan eksistensi kami sebagai mahasiswa UIN SGD Bandung secara formal itu ditandai dengan apa? jika mahasiswa Universitas lain sering ditandai dengan adanya Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), kami tidak tahu UIN SGD Bandung, karena sampai detik ini kami belum memilikinya.

Padahal menurut saya UIN SGD Bandung sebagai salah satu Universitas islam terbesar di jawa Barat semestinya tidak menyepelekan hal tersebut. Mahasiswa tidak pernah diberikan kejelasan tentang KTM padahal kami sebentar lagi akan menyelesaikan semester ke-2, itu berarti pembuatan KTM saja menyita waktu sekitar 1 tahun.

Jika ada sebagian mahasiswa yang berasumsi bahwa KTM tidak begitu penting bagi mahasiswa, saya sangat setuju. Tapi,  saya sebagai salah seorang Mahasiswa baru sangat tidak setuju  apabila pihak kampus justru malah tidak mengalokasikan dana yang semestinya sudah menjadi anggaran untuk pembuatan KTM. Orang bisa memandang ini hal sepele, bagi saya ini merupakan korupsi besar. jika memang pembuatan KTM ini belum selesai, setidaknya Kampus telah melakukan  Korupsi waktu. Apalagi jika sampai KTM tidiberikan.

*Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik Smester II

Share post:

Popular

Berita Terkait

Surat Pembaca: Ketika Atlet Dibutuhkan untuk Bertanding, Siapa yang Bertanggung Jawab Saat Mereka Cedera?

Oleh: Meyta Azhar Mariska* Prestasi olahraga sering menjadi kebanggaan sebuah...

Surat Pembaca: Pemerkosaan Demokrasi di HMJ: Refleksi untuk Mahasiswa Ilmu Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Mahasiswa Ilmu Hukum di UIN Sunan Gunung Djati Bandung...

Surat Pembaca: Menanggapi Ehsa Tentang Ekstra, Dialektika Mahasiswa Harus Berjalan

Saya selalu terkesima, saat Ehsa Nagara memuat tulisan di...

Surat Pembaca: Peluang Menjadi Presiden Mahasiswa dari Non-Ekstra

Banyak kawan saya yang merasa risau, khawatir dan kecewa....